Banjir dan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, BMKG Optimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca

  • Fahmi Dendi Saputra
  • 19 Mar 2024
Banjir dan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, BMKG Optimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Semarang, 18 Maret 2024 - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati terus menggencarkan langkah antisipatif melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan sebagai respon atas cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

"TMC dilakukan di wilayah Semarang dan sekitarnya untuk memicu hujan turun sebelum mencapai pemukiman penduduk," kata Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Kesiapan dan Penanganan Bencana di Wilayah Jawa Tengah, Senin (18/3).

Lebih lanjut, BMKG secara berkala terus memberikan informasi terkini mengenai prakiraan cuaca di wilayah Jawa Tengah. Informasi ini dapat digunakan dan dimonitoring secara terus menerus dan bisa dijadikan acuan dalam kesiapan dan penanganan bencana.

Dwikorita menjelaskan bahwa banjir di Semarang dan sekitarnya dipicu oleh curah hujan tinggi dan intensitas yang tidak merata. Akibatnya, kapasitas sungai yang tidak lagi mampu menampung debet air akhirnya meluap dengan amplifikasi banjir yang meluas terjadi setelah curah hujan ekstrem pada tanggal 13 Maret 2024.

Pada periode tersebut berdasarkan catatan BMKG, curah hujan mencapai 238 mm atau masuk ke dalam kategori ekstrem dan berlangsung di Kecamatan Wonodri, Kota Semarang. Faktor tanggul jebol akibat debet air yang tinggi harus direspon sebagai ancaman serius bagi warga setempat khususnya mereka yang berada di wilayah Kabupaten Demak.

"Aktifnya gelombang Rossby Ekuator dan MJO berada di kuadran 4 mendukung potensi pembentukan awan konvektif dan juga adanya siklon bibit tropis yang meningkatkan pembentukan awan cumulonimbus dengan potensi hujan intensitas sedang - lebat yang berlangsung lama disertai petir dan dapat disertai dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah," ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang selama periode pancaroba. Masyarakat juga bisa melihat informasi di InfoBMKG untuk memantau peringatan dini cuaca ekstrem agar dapat mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Pj. Gubernur Jawa Tengah, bersama Kepala BNPB, memberikan apresiasi terhadap kinerja BMKG dalam memberikan informasi terkini terkait perkembangan cuaca, terutama di sekitar titik bencana. Diskusi dilakukan mengenai langkah-langkah mitigasi dampak banjir dan cuaca ekstrem di masa mendatang, termasuk peningkatan sistem peringatan dini.

Kepala BMKG juga melakukan kunjungan ke daerah terdampak banjir di wilayah Semarang dan sekitarnya, khususnya di Kabupaten Jepara dan Demak. BMKG berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca guna mendukung upaya mitigasi bencana dan pengambilan keputusan yang lebih baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pertemuan bersama Pejabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Jawa Tengah ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menjalin koordinasi yang erat dalam menghadapi tantangan bencana alam dan cuaca ekstrem yang semakin kompleks. Langkah-langkah konkret di bidang pemantauan, peringatan dini, dan respons cepat diharapkan dapat mengurangi risiko dan kerugian akibat bencana di masa mendatang.

Gempabumi Terkini

  • 28 Mei 2024, 02:53:54 WIB
  • 5.5
  • 10 km
  • 10.63 LS - 111.36 BT
  • 273 km Tenggara PACITAN-JATIM
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers