
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Surabaya-Rabu (28/11), Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya kembali dipercaya menjadi narasumber utama pada acara dialog ranah publik dengan tema “Longsor” yang diselenggarakan Radio Suara Muslim Surabaya di Masjid Kampus ITS Surabaya.
Pada kesempatan ini, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Mohammad Nurhuda, S.T dan Peneliti Bencana ITS Iwan Pandugiorahman, S.Si., M.T hadir sebagai narasumber dengan pembawa acara Muhammad Nasir.
Nurhuda menegaskan bahwa curah hujan yang tinggi bukan menjadi satu-satunya faktor utama penyebab terjadinya tanah longsor. Gempa bumi, gunung meletus, aktivitas pertambangan, hutan gundul, penggunaan bahan peledak bahkan getaran mesin atau lalu lintas juga bisa menjadi pemicu terjadinya tanah longsor.
“Himbauan agar masyarakat yang tinggal di sekitar lereng untuk mewaspadai tingginya curah hujan tinggi, sebab curah hujan tinggi rawan menimbulkan tanah longsor atau banjir bandang tentunya dengan terus memantau informasi cuaca yang diberikan oleh BMKG, “ lanjut Nurhuda.
Pada acara dialog tersebut berlangsung sesi tanya jawab baik melalui saluran telepon, WhatsApp dan dilokasi . Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya tidak melewatkan kesempatan untuk terus memperkenalkan BMKG kepada pendengar Radio Suara Muslim Surabaya dan berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi cuaca secara cepat, tepat, akurat dan mudah dipahami dan terus memantau informasi yang diberikan. Acara yang juga disiarkan secara langsung di Facebook info.bmkgjuanda ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.