
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Senin-Selasa (20-21) Maret 2017 bertempat di Hotel Fujita Manokwari, Stasiun Geofisika Sorong bekerjasama dengan Stasiun Meteorologi Manokwari dan Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menyelenggarakan Gladi Ruang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami. Peserta yang diundang pada Seminar ini adalah BPBD Provinsi Papua Barat, Badan SAR Nasional, Aparat TNI/POLRI, Perguruan Tinggi, Sekolah, Masyarakat, Media dan SKPD terkait.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar MKG Wilayah 5 Slamet Suyitno Raharjo, S.Si., M.Si. yang disaksikan oleh Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnier, S.Sos., M.M. dan Kepala Stasiun Geofisika Sorong Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si. Gladi Ruang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami bertujuan untuk menguatkan peran UPT Geofisika BMKG dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai Rantai Peringatan Dini Tsunami serta Produk Peringatan Dini Tsunami pada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sebagai institusi Interface. Dengan diadakan Gladi Ruang ini, maka diharapkan peran BPBD bisa semakin kuat sebagai simpul utama dari Rantai Peringatan Dini Tsunami di daerah dalam memberikan informasi dan arahan pada masyarakat serta SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait peringatan dini tsunami.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Robert Owen Wahyu, S.Si. dalam paparannya berjudul ‘Potensi Gempabumi dan Tsunami di Manokwari dan Peran BMKG sebagai Penyedia Informasi’ menyampaikan bahwa Manokwari termasuk salah satu daerah di Indonesia yang sangat berisiko terancam bencana gempabumi dan tsunami, misalnya Gempabumi-Tsunami Biak tahun 1996 yang melanda Manokwari hingga memakan korban jiwa dan kerugian besar. Oleh karena itu, masyarakat Manokwari perlu semakin waspada dan meningkatkan pemahaman mereka mengenai Rantai Peringatan Dini Tsunami serta Produk Peringatan Dini Tsunami.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Kelompok , Persiapan dan Pelaksanaan Gladi Ruang serta evaluasi terkait pemahaman Produk, Rantai Peringatan Dini, dan Rencana Evakuasi. Kegiatan diakhiri dengan penyusunan rekomendasi terkait penguatan kapasitas dalam mitigasi bencana gempabumi dan tsunami di Manokwari yang ditujukan kepada UPT BMKG Sorong dan Rendani, BPBD/Pusdalops, Media, Aparat, Masyarakat dan Lembaga Pendidikan.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.