Rabu-Sabtu (06-09/04/2016) Pusat Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa BMKG melakukan kegiatan pemeliharaan sistem proteksi petir terpadu. Sistem proteksi petir terpadu adalah sistem proteksi petir yang terintegrasi baik eksternal dan internal (Gambar 1). Sistem proteksi eksternal untuk melindungi manusia dan bangunan dari bahaya sambaran petir langsung, Sedangkan sistem proteksi internal untuk melindungi peralatan elektronik dari bahaya sambaran tidak langsung / induksi. Sistem proteksi eksternal meliputi terminal udara (air termination), konduktor turun (down conductor), dan sistem pertanahan (grounding). Sementara proteksi internal dikenal dengan nama arrester yang berfungsi untuk memotong tegangan lebih sesaat pada jaringan kabel yang ditimbulkan oleh induksi petir. Sistem proteksi petir dapat mengalami kerusakan, oleh sebab itu diperlukan pemeliharaan yang baik dan pemeriksaan berkala. Dengan adanya pemeriksaan berkala dapat mendeteksi dini terjadinya kerusakan sehingga dapat segera diperbaiki atau diganti, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dilaksanakan pada 3 lokasi yaitu, Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor dan Stasiun Meteorologi Citeko Bogor.
Gambar 1
Kegiatan Pengukuran Proteksi Petir Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor
Kegiatan Pengukuran Proteksi Petir Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor(2)
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca selengkapnya
Executive Secretary CTBTO Kunjungi BMKG, Perkuat Kolaborasi Teknologi untuk Pemantauan Seismik Global
BMKG menerima kunjungan resmi Executive Secretary Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), Robert Floyd, di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (1/4/2026)