
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Mimika – Selasa (8/9), Dalam rangka melaksanakan fungsi penyebarluan informasi BMKG yakni informasi gempa bumi dan tsunami di wilayah Mimika, UPT Mimika melakukan sosialisasi penggunaan peralatan Warning Receiver System (WRS) kepada para peserta BPBD Kabupaten Mimika. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Pusat Kendali Operasional kantor BPBD. Alat ini berfungsi memberikan informasi dini ketika terjadi gempa. Sehingga langkah-langkah penanganan terhadap informasi bencana yang diberikan akan semakin cepat khususnya bencana gempa bumi dan tsunami.
Saat ini durasi penyajian informasi gempa berkisar 3 menit sejak gempa terjadi. Dijanjikan kedepannya informasi deteksi dini ini akan menjadi kurang dari 3 menit agar informasinya menjadi lebih cepat namun dengan keakuratan yang tinggi. Kemudian yang menjadi target kedepan sistem ini akan dimaksimalkan fungsinya terintegrasi dengan sistem monitoring lainnya sehingga menjadi kaya fungsi.
Dengan adanya sinergitas antara BMKG Mozes Kilangn dengan BPBD Kabupaten Mimika, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya resiko bencana khususnya gempa bumi dan tsunami di Wilayah Kabupaten Mimika, sehingga tugas BPBD dalam melakukan evakuasi korban dapat terbantu dan menjadi lebih ringan dengan pemanfaatan WRS ini.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.