
BMKG dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi, Dorong Penguatan SDM dan Kebencanaan
BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Jakarta – Selasa (27/8), Komisi V DPR-RI kembali mengundang sejumlah mitra kerjanya yakni, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan penyelamatan dan pertolongan (BASARNAS), serta Badan pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat yang diadakan di ruang rapat kerja Komisi V DPR-RI.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI Ir. Fary Djemi Francis, M.MA dengan Agenda Pembahasan RKA K/L Dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun 2020 yang dihadiri Kepala BMKG, Sekretaris Utama, Para Esselon I MKG Serta Esselon II BMKG.
Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, MSc. PhD dalam presentasinya menyampaikan capaian pelaksanaan kegiatan yang telah di laksanakan BMKG dalam APBN TA. 2019 s/d bulan Agustus 2019 dalam bidang meteorologi, bidang Klimatologi, bidang geofisika, bidang Instrumentasi kalibrasi rekayasa jaringan komunikasi dan bidang kesekretariatan.
Selain itu, Dasar Penyusunan RAPBN Tahun 2020, RKA BMKG dalam RAPBN Tahun 2020 serta dukungan BMKG untuk Prioritas Nasional Pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020.
Kepala BMKG juga menyampaikan Usulan Kebutuhan Rencana Kerja Anggaran BMKG TA. 2020 adalah Rp 3,860 T dan mendapatkan Pagu Anggaran dalam Nota Keuangan RAPBN TA.2020 sebesar Rp. 3,056 T, maka masih terdapat Backlog sebesar 804 Milyar.
Di akhir Rapat Dengar Pendapat, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mengatakan sangat memahami terhadap alokasi anggaran dalam RAPBN TA. 2020 yang disebutkan Kepala BMKG.”Oleh karena itu, Komisi V DPR RI akan memperjuangkan kekurangan anggaran sesuai Pagu Kebutuhan melalui mekanisme pembahasan RUU tentang APBN di DPR RI”, ujar Fary Djemi Francis.

BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Flores, 26 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pendampingan teknis pascagempa bumi M7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) di wilayah Flores. Penguatan sinergi dan transparansi data dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonstruksi sekaligus mitigasi jangka panjang, mengingat potensi kegempaan di wilayah Flores cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena astronomis Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat mengamati langsung fenomena alam ini karena posisi Indonesia berada di luar area visibilitas gerhana.