
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Malang (14/11) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang pada tanggal 14 – 17 November 2016 menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap II di Hotel SwisBelinn Tunjungan Surabaya. Kegiatan SLI kali ini menyasar pada para pendamping usaha garam. Kegiatan ini pertama kali dilakukan BMKG dalam mendessiminasikan informasi iklim untuk mendukung usaha garam rakyat yang diikuti pendamping usaha garam dan ketua kelompok usaha garam rakyat yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Jawa Timur. Tema kegiatan ini adalah : ”Pemanfaatan informasi iklim secara bijak guna mendukung peningkatan produksi garam di Jawa Timur”.
Kegiatan ini dibuka oleh Taufik Gunawan, Dipl. Seis, Kepala Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar. Dalam sambutannya, Taufik Gunawan mengharapkan agar kegiatan SLI ini dapat sebagai penerus berbagai macam informasi cuaca dan iklim kepada petani garam. Acara pembukaan juga dihadiri Kedeputian Klimatologi BMKG Pusat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya selaku Koordinator MKG Jatim, dan Kepala UPT BMKG se-Jawa Timur.
Kepala Stasiun Klimatologi Karangploso Malang , Hartanto, ST, MM selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan kepada para peserta dapat memaksimalkan setiap sesi penyampaian materi secara maksimal agar mendapatkan pemahaman yang tepat.
Kegiatan ini melibatkan peran serta pemandu PT Garam Tbk., Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, dan Stasiun Meteorologi Maritim tanjung Perak Surabaya. Kompleksivitas permasalahan dalam keberhasilan usaha garam rakyat memerlukan sinergi dan kerjasama di semua lini. Diharapkan BMKG dapat memainkan peranan lebih aktif dalam menunjang keberhasilan usaha garam rakyat.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.