
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Surabaya (28/08/2018),- Dalam rangka koordinasi penyebarluasan informasi MKG di Jawa Timur dan mempererat kebersamaan serta kekompakan antar Stasiun MKG se-Jawa Timur, dilaksanakan kegiatan pertemuan Forum MKG Provinsi Jawa Timur ke-17 Tahun 2018. Bertempat di Aula Kantor Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Pertemuan rutin tersebut dihadiri oleh Kepala Stasiun MKG se Jawa Timur, serta Forecaster dan Teknisi perwakilan UPT Stasiun MKG Jawa Timur dan Perwakilan wartawan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya Taufiq Hermawan, ST. MT. mewakili Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya yang berhalangan hadir selaku Koordinator Stasiun MKG Jawa Timur. Dalam sambutannya beliau mengharapkan forum MKG Jawa Timur ini bisa menjadi semakin lebih baik dan koordinasi antar Stasiun MKG Jawa Timur semakin solid dalam memajukan Provinsi Jawa Timur untuk informasi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sehingga masyarakat Provinsi Jawa Timur menjadi semakin lebih mudah mendapatkan informasi MKG. Forum ini juga diharapkan dapat menghasilkan produk dan informasi yang berguna untuk Masyarakat Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan diisi dua sesi penyampaian materi, sesi pertama materi disampaikan oleh Selina Ayuningtyas, S.ST., PMG Pelaksana Lanjutan Stasiun Klimatologi Malang. Dalam materinya menyampaikan Monitoring awal musim kemarau 2018 di Provinsi Jawa Timur. Kemudian Sesi kedua diisi oleh Suwarto, S.Si., Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Geofisika Tretes Pasuruan yang menyampaikan materi Potensi Gempa di Provinsi Jawa Timur.
Dalam kegiatan ini ketua forum MKG Jawa Timur Anung Suprayitno, S.Si. memberikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas partisipasi dan kehadiran peserta forum MKG Jawa Timur dan berharap forum ini semakin lebih baik. Dalam sambutan penutup Ketua forum MKG Jawa Timur juga menyampaikan risalah forum yang diantaranya secara umum monitoring awal musim kemarau di Jawa Timur terjadi di bulan April dengan puncak musim kemarau berlangsung pada periode Agustus September 2018 dan Draft awal musim hujan 2018/ 2019 diprakirakan bulan November 2018. Sebagian wilayah di Jawa Timur sudah memasuki kekeringan, sehingga perlu waspada kekeringan lahan, kebakaran lahan dan hutan serta kekeringan hidrologis lebih Panjang.
Provinsi Jawa Timur memiliki potensi gempa bumi, baik dari sesar-sesar aktif (sesar kendang di sisi utara Jawa Timur) maupun dari zona subduksi di selatan Jawa (lempeng Indoaustralia). Hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti kapan akan terjadi dan berapa kekuatanya, namun potensi gempa bumi di Jawa Timur tetap ada. Gempa bumi di Lombok kemungkinan kecil berpengaruh/ memicu gempa di Jawa Timur karena karakter tektonik yang berbeda.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama, wawancara dengan wartawan dan ramah tamah antar peserta forum MKG Jawa Timur. Dengan diadakanya kegiatan rutin ini diharapkan kebersamaan dan kekompakan yang terjalin selama ini menjadi jauh lebih baik, sehingga mampu memantapkan kerjasama, sinergitas dan koordinasi antar Stasiun MKG se-Jawa Timur.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.