BMKG Pekanbaru Terlibat Pada Penetapan Stastus Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau
Dwi Rini
Berita Utama
Pemerintah Provinsi Riau, akhirnya menetapkan status siaga darurat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlhutla) selama 96 hari kedepan.Pada tanggal 24 Januari 2017 diadakan Rapat di Kantor Pemda Prov Riau, yang dihadiri oleh Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima ( diwakili oleh Kasrem Kol.CZI I Nyoman Parwata), Kepala Pelaksana BPBD Riau ( Edwar Sanger), Kepala Dinas LHK Riau ( Yulwiriaty Moesa, Kepala Stamet Pekanbaru ( Sugarin), Kepala BPBD Kabupaten Kota, Kepala P3ES LHK( Amral Fery), Kepala BKSDA ( Machmud),Forkopimda Riau, serta Perusahaan.
Dalam rapat tersebut Riau sebagai Prov pertama di Indonesia yang lebih awal menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2017 untuk pencegahan Karhutla selama 96 hari sejak tgl 24 Jan 2017.
Di awal rapat Kepala Stasiun BMKG Riau menyampaikan kondisi cuaca dan iklim di Riau 2017, sebagai langkah antisipasi bahwa bulan Februari Riau masuk musim kemarau terutama diwilayah Riau bagian Tengah hingga Barat. Daerah yang menjadi perhatian agak kering adalah wilayah pesisir seperti Rohil, Dumai, Bengkalis, Siak bagian pesisir, Meranti, Pelalawan bagian pesisir.
Dengan kondisi seperti tersebut perlu waspada mengingat pola angin bertiup dari Timur Laut ke arah Barat – Barat Daya, sehingga bila banyak titik hotspot diwlayah Pesisir Utara dan Timur maka asap akan sampai ke Pekanbaru sampai Sumatera Barat.
Dua Kabupaten/Kota di Riau yaitu Kabupaten Rohul dan Dumai sudah menetapkan Status siaga Darurat untuk antisipasi penecegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau 2017.
Pemerintah mengapresiasi bahwa tahun 2016 Riau bebas dari kabut asap yang sudah sampai 18 tahun terjadi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan
Penetapan status tersebut dibacakan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, di ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Senin (24/1/2017). Dalam arahan Gubernur Riau, mengatakan, sesuai dengan hasil rakor Karlahut bersama Presiden, Senin (23/1/2017) kemarin, Presiden mengapresiasi keberhasilan satgas karlahut Provinsi Riau. Dan secara nasional terjadi penurunan hotspot 83 persen.
“Bapak Presiden menekankan tidak ada lagi kebakaran hutan mengingat dampak yang besar pada tahun 2015, yang mencapai Rp220 triliun. Tahun 2016 lalu, banyak penurunan hal ini disebabkan tahun 2016 sejak dini sudah melakukan pencegahan,” ujar Gubri.
Untuk tahun 2017 ini, Presiden juga menyampaikan kepada seluruh unsur dilapanhan, melanjutkan semua kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016. Seperti kanal bloking tetap dilanjukan, termasuk dari pihak Perusahaan. Pembutan sumur bor, dan mengaktifkan Pokso Karlahut.
Selain itu, kapasitas SDM yang ada saat ini juga ditingkatkan agar, dalam melaksanakan tugas lancar. Semua pokso yang ada diaktifkan kembali,” kata Gubri.
Arahan Gub Riau dalam Rapat Karhutla di Prov Riau 2017
Rapat Koordinasi
Kepala BPBD Prov Riau Edwar Sanger memberiakan sambutan
Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru menyampaikan paparan tentang kondisi Cuaca dan Iklim 2017 di Riau
Sambutan Kapolda Riau Inrjen Irjen Pol Zulkarnain Adinegara
Kasrem 031 Wirabima Kol.CZI I Nyoman Parwata memberikan sambutan
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).