
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Gorontalo, 19 September 2024 – Stasiun Geofisika Gorontalo menggelar kegiatan edukasi mengenai mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami bagi siswa-siswi SD, SMP, dan SMA pada 13, 17-19 September 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru tentang potensi bencana serta cara penanganannya.
Kegiatan berlangsung di berbagai lokasi, diantaranya SMPN 5 Kota Gorontalo, SDN 51 Dumbo Raya, SMA N 1 Kota Gorontalo, SDN 56 Kota Timur, SDN 58 Kota Timur, SDN 54 Dumbo Raya, dan SDN 33 Hulonthalangi.
Materi yang disampaikan mencakup pengetahuan tentang gempa bumi dan tsunami, serta pembelajaran lagu “Kalo Ada Gempa” untuk membantu siswa mengingat langkah-langkah evakuasi. Sesi tanya jawab interaktif memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan tim, para siswa sangat antusias dengan adanya kegiatan ini.
Kegiatan ini diakhiri dengan simulasi gempa bumi, di mana siswa dan guru diajarkan cara evakuasi mandiri. Simulasi bertujuan memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul di sekolah. Peserta yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 763 peserta dari berbagai lokasi kegiatan.
Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan para siswa dan guru di sekolah-sekolah yang terlibat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.