Training Sistem Pengelolaan dan Analisa Gempabumi SeisComp3 di Stasiun Geofisika Gunungsitoli
Ayu Isrianti Putri
Berita Daerah
Gunungsitoli, (07 Desember 2017) – Stasiun Geofisika Gunungsitoli Nias Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Training Sistem Pengelolaan dan Analisa Gempabumi SeisComp3. pada kesempatan kali ini, Djati Cipto Kuncoro, S.Si selaku Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli pada sambutannya didepan peserta training juga reportase media elektronik RRI Pro I Gunungsitoli, menyampaikan terimakasih yang sebesar besarnya atas dukungan Bapak-bapak di BMKG Pusat dengan telah dipasangnya Sistem analisa SeisComp3 dan merupakan komitmen BMKG dalam merealisasikan program APBN-P TA 2017.
Bila dilihat dari seismisitas kegempaan, Nias adalah merupakan daerah yang termasuk rawan akan bencana gempabumi mengingat pada tahun 2005 Nias dan Kota Gunungsitoli merupakan daerah yang terdampak akibat gempabumi dan tsunami Aceh tahun 2004. Semoga dengan dipasangnya Sistem analisa Gempabumi SeisComp3 di Stasiun Geofisika Gunungsitoli, dapat meningkatkan kinerja operasional UPT khususnya dalam memberikan layanan info gempabumi kepada masyarakat, saat terjadi gempabumi secara cepat dan tepat.
Antisipasi Kemarau, Komisi A DPRD DIY Tinjau Kesiapan BMKG Yogyakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1447 H tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia di Batu, Kamis (5/3).
Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sebagai upaya menanggulangi dampak banjir dan memitigasi risiko bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lamongan.