
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Pontianak – Senin(10/4) bertempat di Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak telah dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara 3 UPT BMKG Kalbar yaitu Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat dan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak) dengan Lembaga Penyiaran Publik RRI Pontianak dan Radio Swara Mas Mujahidin Madani.
Penandatanganan Kerjasama ini terkait dengan diseminisasi Informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sambutanya Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Erika Mardiyanti S.Kom, M.Si berharap informasi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bisa sampai kepada masyarakat sampai di pelosok Kalimantan Barat melalui media elektronik RRI dan Radio Mujahidin.
Lebih lanjut Erika menambahkan lain daripada itu tujuan kerjasama dengan lembaga penyiaran publik di wilayah Kalbar ini yakni mengingat seringnya terjadi cuaca ekstrim di wilayah Kalimantan Barat yaitu saat musim hujan terkait Banjir disertai Rob, serta Karhutla saat musim Kemarau.
Adapun perwakilan yang terlibat dalam perjanjian kerjasama ini Stasiun Klimatologi Kalbar dan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, sedangkan dari pihak RRI melalui Kepala Stasiun RRI Pontianak Drs. Abdul haris Talamati dan Direktur Radio Mujahidin Ery Noviana Arumanix S.I.Kom,
Dengan adanya penandatangann kerjasama ini ke depannya diharapkan masyarakat menjadi lebih siap terhadap perubahan cuaca dan iklim yang dapat membawa dampak merugikan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Pada kesempatan yang baik ini pihak RRI dan Radio mujahidin siap memberikan pelatihan terkait teknik komunikasi publik sebagai bekal Pegawai BMKG dalam menyajikan informasi melalui radio.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.