
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Padang – Minggu(07/10), Dalam rangka HUT TNI yang ke-73, BMKG Provinsi Sumatera Barat diundang untuk mengikuti kegiatan pameran Alutsista TNI di kota Padang yang diselenggarakan oleh Tentara Republik Indonesia (TNI) yang bertempat di Pantai Muaro Lasak, Kota Padang. Pameran yang berlangsung dari tanggal 5 – 7 Oktober ini dibuka oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL I Padang, Laksamana Pertama TNI Agus Sulaiman, M.Sc.
Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan alutsista TNI kepada masyarakat, agar supaya memiliki kesadaran dan kebanggaan terhadap alutsista yang dimiliki TNI sebagai pertahanan Negara di darat, laut maupun di udara. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di kota Padang ini juga dilaksanakan secara serentak pada 38 kota di seluruh Indonesia.
Pada pameran kali ini, BMKG Provinsi Sumatera Barat menampilkan beberapa alat peraga yang digunakan untuk memberikan edukasi mengenai tugas dan fungsi BMKG kepada pengunjung pameran. Beberapa alat tersebut diantaranya adalah: Seismograph, peta seismisitas wilayah Sumatera barat, rekaman gempabumi 2009, poster yang berisi penjelasan mengenai gempabumi dan tsunami, display cuaca pelayaran, peralatan survey kulaitas udara, peta rata – rata curah hujan serta beberapa tampilan dari radar cuaca secara realtime.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.