Jakarta – Kepala Pusdiklat Drs. Maman Sudarisman, DEA yang mewakili Kepala BMKG menutup secara resmi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III Tahun 2019 bertempat di gedung Serbaguna Citeko, Sabtu (29/6/2019).
sebanyak 118 orang Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III, selama dua bulan telah mengikuti Pelatihan Dasar dengan materi kurikulum pembetukan karakter PNS berjumlah 288 JP dan kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas.
Berdasarkan beberapa hasil evaluasi yang terdiri dari akademik, akatualiasi, sikap dan perilaku Bela Negara, penguatan kompetensi teknis bidang tugas dan evaluasi akhir. 117 orang Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan III dinyatakan LULUS dan 1 orang CPNS ditunda karena sakit.
Peserta terbaik CPNS golongan II Angkatan I yang pertama diraih oleh Viecy Sahara Vabrian penempatan Stamet Kelas III Labuan Bajo; Kedua, Rivan Himawan penempatan Stamet Kelas III Tanjung Harapan; dan Ketiga, Ricky Oktavian penempatan Stamet Kelas III Tanjung Harapan.
Sedangkan, Peserta terbaik CPNS Golongan III Angkatan IV yang pertama diraih oleh Sidik Hadi Kurniadi penempatan Stamet Kelas III Mathilda Batlayeri Sumlaki; Kedua, Alfian Noor Izzat penempatan BMKG Pusat di Biro Hukum dan Organisasi; dan Ketiga, Amelia Chelcea penempatan BMKG Pusat di Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu.
Dan terakhir peserta terbaik CPNS Golongan III Angkatan V yang pertama diraih oleh Mayanatela Putri penempatan Pusat Database BMKG Pusat; Kedua, M. Hanif Affan Yusron penempatan Pusat Meteorologi Publik BMKG Pusat; dan Ketiga, Rizki Iman Sari penempatan Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Pusat.
Pada kesempatan yang berbeda sebelum Pelatihan Dasar Golongan II dan III ditutup, Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, MSc. PhD memberikan pengarahan Kepada 118 orang peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil digedung serbaguna citeko, Sabtu (29/6/2019). Dalam arahannya dikutip beberapa poin penting kepada CPNS BMKG diantaranya :
Sejarah berdirinya BMKG, diawali pengamtan cuaca dan magnet bumi di zaman Belanda menjadi cikal bakal kontribusi BMKG dalam mendukung pembangunan multisektoral, tidak terbatas pada dukungan antisipasi dan mitigasi bencana tapi sektor kehidupan lainnya.
Sekembali ketempat tugas masing-masing, CPNS akan menjadi ASN BMKG dan diharapkan mampu berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam gerak organisasi hingga level International.
Sebagai PNS nanti harus mampu menjawab tantangan dalam bekerja terutama dalam mengantisipasi ancaman bencana alam.
Seorang ASN harus memiliki mimpi yang besar, berpikiran maju, percaya diri, tangguh, disiplin dan siap sebagai garda terdepan BMKG ketika menjalankan tugas.
BMKG telah mengalami beberapa lompatan semenjak didirikan hingga sekarang yaitu lompatan BMKG di era revolusi 4.0 melalui Artificial Inteligent, Big Data dan Internet of Things.
Acara Penutupan Pelatihan Dasar CPNS BMKG Golongan II dan III
Kepala Pusdiklat Drs. Maman Sudarisman, DEA Mewakili Kepala BMKG Menutup Latsar CPNS Golongan II dan III
Pengarahan Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati PhD Kepada Peserta Latsar CPNS BMKG
Acara Pengarahan Kepala BMKG Kepada Peserta Latsar
Peserta Latsar dan Mentor serta Coach Mendengarkan Pengarahan Kepala BMKG
BMKG Laksanakan Pemantauan Hilal Serentak di 37 Lokasi, Pastikan Kesiapan Observasi di Seluruh Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pemantauan hilal secara serentak di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/03/2026).
Kawal Keselamatan Mudik Lebaran 2026, BMKG Pastikan Kesiapan Layanan Informasi Cuaca Terintegrasi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.