Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan April 2024

  • 03 Mei 2024
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Maret 2024

  • 01 Apr 2024
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Januari 2024

  • 06 Feb 2024
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Oktober 2023

  • 01 Nov 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Agustus 2023

  • 21 Sep 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juli 2023

  • 02 Agu 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juni 2023

  • 03 Jul 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Mei 2023

  • 05 Jun 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan April 2023

  • 02 Mei 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Maret 2023

  • 03 Apr 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Januari 2023

  • 02 Feb 2023
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan November 2022

  • 02 Des 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Oktober 2022

  • 01 Nov 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan September 2022

  • 01 Okt 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Agustus 2022

  • 01 Sep 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Juli 2022

  • 01 Agu 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Juni 2022

  • 04 Jul 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Mei 2022

  • 02 Jun 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan April 2022

  • 01 Mei 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Maret 2022

  • 04 Apr 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Februari 2022

  • 01 Mar 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Januari 2022

  • 03 Feb 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Desember 2021

  • 01 Jan 2022
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan November 2021

  • 02 Des 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Oktober 2021

  • 01 Nov 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan September 2021

  • 03 Okt 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Agustus 2021

  • 01 Sep 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Juli 2021

  • 02 Agu 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Juni 2021

  • 01 Jul 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Mei 2021

  • 02 Jun 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan April 2021

  • 03 Mei 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Maret 2021

  • 05 Apr 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Februari 2021

  • 01 Mar 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Januari 2021

  • 02 Feb 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Desember 2020

  • 02 Jan 2021
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan November 2020

  • 02 Des 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Oktober 2020

  • 02 Nov 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan September 2020

  • 01 Okt 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Agustus 2020

  • 01 Sep 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Juli 2020

  • 03 Agu 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Juni 2020

  • 01 Jul 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Mei 2020

  • 05 Jun 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan April 2020

  • 04 Mei 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Maret 2020

  • 02 Apr 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Januari 2020

  • 04 Feb 2020
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Oktober 2019

  • 04 Nov 2019
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juli 2019

  • 05 Agu 2019
  • Kukuh Prasetyaningtyas

Gempabumi Terkini

  • 21 Mei 2024, 02:42:13 WIB
  • 5.3
  • 10 km
  • 9.28 LS - 112.61 BT
  • Pusat gempa berada di laut 127 km tenggara Kabupaten Malang
  • Dirasakan (Skala MMI): III Karangkates, II Malang, II Jember, II Kepanjen, II Kuta
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 127 km tenggara Kabupaten Malang
  • Dirasakan (Skala MMI): III Karangkates, II Malang, II Jember, II Kepanjen, II Kuta
  • Selengkapnya →

Siaran Pers

Punya Banyak Manfaat, BMKG Berbagi Praktik Baik Teknologi Modifikasi Cuaca dengan TunisiaBali (20 Mei 2024) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Dwikorita pada saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati. "Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak menderita akibat bencana yang diakibatkannya dan itulah mengapa TMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang bisa dilakukan pada saat kita terancam," kata Dwikorita di Posko TMC Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5). Dwikorita menjelaskan bahwa TMC dapat dilakukan untuk memitigasi bencana seperti cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Misalnya, Indonesia pernah mengalami cuaca esktrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino pada 2015, 2016, dan 2019 di mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Akibat kejadian tersebut, kata dia, banyak kerugian yang disebabkan dan membuat masyarakat menderita. Oleh karenanya, berdasarkan hasil analisis BMKG pada saat El Ni�o tahun 2023, BMKG telah belajar banyak dan memanfaatkan TMC sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak bencana yang dihasilkan. Diterangkan Dwikorita, pada saat El Nino, sering kali terjadi penurunan air tanah sehingga menciptakan lahan yang sangat kering dan sangat sensitif terhadap kebakaran hutan. Secara alami, jika dahan pohon saling bergesekan, maka kebakaran pun bisa terjadi. "Nah, TMC bisa digunakan untuk mengantisipasi kebakaran tersebut dengan menyemai awan-awan di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Data yang dimiliki BMKG, Terdapat sekitar 90 atau 80% pengurangan kebakaran hutan," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan cloud sheeding selama lima hari untuk menangani bencana hidrometeorologi banjir bandang dan banjir lahar hujan di Sumatra Barat. Sebanyak 15 ton garam disemai di wilayah Sumatra Barat untuk menahan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berpotensi membawa material vulkanik sisa letusan Gunung Marapi. TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi intensitas hujan di lereng Gunung Marapi dan memudahkan pencarian korban hilang. Seto menegaskan bahwa TMC sangat penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif. Sementara itu, Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati mengampresiasi kemampuan BMKG dalam melakukan TMC. Menurutnya, TMC merupakan pekerjaan yang sangat baik demi menjaga keberlangsungan hidup manusia. Abdelmonaam bercerita, Tunisia mencatat kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya, dengan kunjungan ke Indonesia, Tunisia ingin mencari solusi bagaimana TMC bisa dilakukan dengan efektif. Saat ini untuk menanggulangi persoalan tersebut Tunisia sedang melakukan desalinasi air laut atau proses menghilangkan kadar garam dari air sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Juga sedang mencoba memikirkan bagaimana bisa menggunakan air bekas dan air olahan. "Dan solusi lainnya adalah bagaimana bisa melakukan modifikasi cuaca. Bagaimana kita bisa mendatangkan hujan ke suatu negara. Itu sangat penting dan itulah sebabnya kami ada di sini hari ini dan berharap dapat terus bekerja sama," pungkasnya. (*) Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat Instagram : @infoBMKG Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG

  • 20 Mei 2024