Kembali ke Siaran Pers

Standar Waktu Indonesia

Iswanudin
Standar Waktu Indonesia

Sejak jaman dahulu, untuk mengetahui waktu, nenek moyang kita menggunakan posisi benda-benda langit, misalnya Matahari, Bulan dan bintang-bintang. Dari perubahan posisi Matahari dalam sehari, dapat dibuat  Jam Matahari (sundial), sebagai penunjuk waktu, sehingga dikenal konsep satu hari. Demikian juga dari perubahan fase Bulan yang menghasilkan konsep satu bulan. Adapun konsep satu tahun diperoleh dari perubahan posisi terbit dan terbenam Matahari yang selalu bergeser ke arah Selatan lalu ke Utara lalu ke Selatan lagi. Dari Matahari dan Bulan inilah kini kita mengenal kalender, seperti kalender Masehi, kalender Hijriah, kalender Cina, kalender Bali, kalender Jawa, dan lain-lain. Oleh sebab itulah, tidak salah jika kita sebut Matahari dan Bulan sebagai penanda waktu.

Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Siaran Pers Lainnya

BMKG Ungkap Dentuman di Bandung Raya Bukan Berasal dari Aktivitas Gempa Bumi

BMKG Ungkap Dentuman di Bandung Raya Bukan Berasal dari Aktivitas Gempa Bumi

Baca selengkapnya
Optimalkan Potensi Hujan untuk Redakan Karhutla, BMKG: OMC di Kalbar Buahkan Hasil

Optimalkan Potensi Hujan untuk Redakan Karhutla, BMKG: OMC di Kalbar Buahkan Hasil

Baca selengkapnya
Gempa Bumi Tektonik M4,3 Dirasakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Gempa Bumi Tektonik M4,3 Dirasakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Baca selengkapnya
Hubungi via WhatsApp