RAPAT KOORDINASI NASIONAL `Penguatan Sistem Sumber Daya MKG Menuju BMKG Kelas Dunia`

  • Dwi Rini
  • 25 Apr 2017
RAPAT KOORDINASI NASIONAL `Penguatan Sistem Sumber Daya MKG Menuju BMKG Kelas Dunia`

Jakarta, 25 April 2017, pada hari ini Menteri Perhubungan RI, Bapak Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi membuka acara Rapat Koordinasi Nasional BMKG Tahun 2017 selama 4 hari, dari tanggal 25-28 April 2017 di Hotel Mercure Ancol.

Adapun, tujuan diselenggarakan Rakornas antara lain :
  1. Meningkatkan kapasitas satuan kerja daerah dalam penyelenggaraan pelayanan informasi MKG kepada masyarakat;
  2. Memberikan impact positif terhadap upaya menyamakan pemahaman dan gerak untuk mendapatkan point-point strategis arah kebijakan dan sasaran penguatan kapasitas satuan kerja di pusat dan daerah dalam konteks penyelenggaran MKG. Dengan demikian, berbagai program dan kebijakan diimplementasikan secara efektif, efisien, dan akuntabel oleh seluruh elemen yang terkait dalam penyelenggaran operasional pelayanan MKG;
  3. Mempertemukan inovasi dan gagasan yang baru dari daerah dengan kebijjakan program dan anggaran yang ditetapkan oleh BMKG secara nasional.

Rakornas tahun ini mengambil tema "Penguatan Sistem Sumber Daya MKG Menuju BMKG Kelas Dunia," melalui tema ini diharapkan adanya percepatan pelaksanaan pembangunan BMKG secara lebih berkualitas baik di pusat dan di daerah.

Seperti yang dikatakan Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng dalam sambutannya mengatakan bahwa realisasi/ penyerapan anggaran BMKG tahun 2016 adalah 95,96%. Sementara itu, BMKG pun mendapatkan nilai kinerja anggaran 98,60 dengan kategori "Sangat Baik."

Terkait kerjasama di tingkat internasional dan nasional, BMKG telah berhasil menjalin kerjasama di tingkat internasional, yaitu menjadi centre of excellence untuk program pendikan taruna MKG. Negara Brunei, Timor Leste, dan Papua Nugini pun akan mengirim warganegaranya untuk sekolah di STMKG. Sebagai anggota WMO, BMKG pun telah menempatkan diri sebagai anggota Executive Council dan sebagai Presiden RA V Asia Pasifik.

Sementara di dalam negeri, berbagai instansi dan pemerintah daerah menjalin kerjasama membangun unit desiminasi informasi MKG di daerahnya. Misalnya, permintaan alat deteksi dini kebakaran hutan, display informasi MKG di bandara dan pelabuhan, serta pembukaan kantor baru untuk layanan take off landing dari bandara yang dibangun oleh Pemda.

BMKG pun memiliki kebijakan pembangunan jangka menengah yang ditetapkan pada Restra. Tahun 2015-2019, yang merupakan periode Tahap Penguatan Fondasi dengan beberapa kebijakan, yaitu 1) Dukungan 4 (empat) dari 10 (sepuluh) Program Prioritas Nasional, seperti Prioritas Nasional untuk Ketahanan Pangan; Prioritas Nasional untuk Konektivitas dan Kemaritiman; Prioritas Nasional untuk Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata; dan Prioritas Nasional untuk Pengembangan Sistem Peringatan Dini Kebencanaan untuk Pembangunan Wilayah; 2) penguatan dan pengembangan prakiraan MKG berbasis Dampak (Impact Base Forecasting); 3) Pemenuhan komitmen dengan luar negeri dan dalam negeri; 4) Melaksanakan tata kelola pemerintah yang baik (Good Govenance), penerapan reformasi birokrasi sepenuhnya, dan menjalankan pemerintahan yang berorientasi pada hasil (Governance Result Orinted); 5) Peningkatan dan Pengembangan Perfomance UPT daerah, meliputi saran, prasarana, dan peralatan operasional MKG; 6) Melanjutkan program kegiatan Strengthening BMKG Weather and Climate Services Phase 2.

Sementara Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi dalam sambutannya mengutarakan diharapkan BMKG dapat memberikan dukungan berupa informasi cuaca dan iklim untuk konektivitas antar wilayah.

Kedepannya, BMKG dapat lebih bersinergi terhadap Kementerian Perhubungan untuk Prorgram Prioritas Nasional, yaitu Konektivitas Nasional (Konektivitas untuk daerah terpencil, Konektivitas untuk kegiatan pariwisata, dan Konektivitas untuk pengembangan Kawasan Ekonomi-KEK); dan Kemaritiman dan Kelautan dalam program ini, Presiden RI dengan tegas menetapkan Pembangunan TOL laut dengan target 24 pelabuhan hub dan feeder sebagai sasaran/ target pembangunan.

"Terkait program kelautan dan kemaritiman, BMKG tidak hanya bagaimana memberikan informasi cuaca dan iklim maritim yang akurat, tetapi juga bagaimana menjamin para nelayan dan pelaut dapat memperoleh informasi yang tidak hanya mendukung keselamatan pelayaran, tetapi juga aktivitas produktif di lautan kita,"tutur Budi Karya.

Sementara untuk program konektivitas nasional, dituntut adanya ketersediaan layanan transportasi udara, dalam 5 tahun kedepan pemerintah telah telah merencanakan akan membangun menjadi 252 bandara udara.

Lebih lanjut Budi Karya menambahkan "BMKG baru memiliki 96 stasiun meteorologi penerbangan hingga saat ini sehingga belum sebanding dengan jumlah bandara yang harus dilayani."

"BMKG telah melakukan inovasi dalam menjawab tantangan peningkatan kapasitas layanan informasi cuaca, iklim, dan gempa, terkait inovasi teknologi, BMKG telah membuat aplikasi andoroid @infoBMKG, aplikasi ini pun terus dikembangkan untuk keperluan mudik"tutur Andi Eka di depan media massa.

Andi Eka pun menambahkan BMKG akan melakukan clustering terhadap bandara-bandara yang belum memiliki teknologi informasi sehingga perlu peningkatan dan penambahan fasilitas teknologi.

"Untuk menghadapi realitas tantangan operasional dan keterbatasan sumber daya, BMKG terus mempertajam prioritas dan berupaya keras menetapkan alternatif teknologi yang mendukung pelayanan informasi cuaca, iklim, dan gempa yang menjangkau luasnya cakupan tugas,"imbuh Budi Karya.

Kerjasama denga Badan Pengawas Tenaga Nuklir

Pada kegiatan pembukaan pagi itu, dilakukan penandatanganan memorandum saling pengertian antara Badan Pengawas Nuklir oleh Prof. Dr. Jati Eko Istiyanto dengan BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng tentang Peningkatan Pengawasan Ketenaganukliran dari Aspek Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Pada kerjasama ini, kedua belah pihak akan saling melakukan pertukaran data dan informaasi di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan ketanaganukliran; pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia; dan pemanfaatan sarana prasarana. Pada kegiatan ini pun,BMKG bekerjasama dengan 16 K/L, Swasta,dan BUMN pada ruang lingkup yang sama.

Gempabumi Terkini

  • 19 Sep 2020, 20:25 WIB
  • 2.9
  • 6 km
  • 6.71 LS - 107.35 BT
  • Pusat gempa berada di Darat 19 Km BaratDaya Kab. Purwakarta
  • Dirasakan (Skala MMI): II Plered
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Darat 19 Km BaratDaya Kab. Purwakarta
  • Dirasakan (Skala MMI): II Plered
  • Selengkapnya →

Siaran Pers