Perwakilan 11 Negara Mengikuti Pelatihan WMO Development of Competency in Weather Forecasting Course to Support The Early Warnings for All Initiative (EW4AII)

  • Rachmat Hidayat
  • 27 Nov 2023
Perwakilan 11 Negara Mengikuti Pelatihan WMO Development of Competency in Weather Forecasting Course to Support The Early Warnings for All Initiative (EW4AII)

Bogor, 27 November 2023 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bekerja sama dengan Education and Training Program World Meteorological Organization (ETRP WMO) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan BMKG mengadakan WMO Development of Competency in Weather Forecasting Course to Support The Early Warnings for All Initiative (EW4AII) di Gedung Serbaguna Citeko Bogor.

Pelatihan Pengembangan Kompetensi Prakiraan Cuaca WMO 2023 ini akan berfokus pada fenomena dan dinamika cuaca skala meso, dengan fokus pada analisis cuaca berdampak tinggi untuk meningkatkan operasional layanan peringatan dini, dengan Tujuan agar peserta dapat memberikan informasi peringatan melalui penerapan sistem peringatan dini di negaranya masing-masing berdasarkan kebutuhannya.

11 negara mengirim perwakilannya sebanyak 1-2 orang peserta yang terlibat dalam penyelenggaraan pelayanan meteorologi untuk masyarakat, kesebelas negara tersebut antara lain Kepulauan Cook, Fiji, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Nauru, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, Tonga, dan Singapura. Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno dalam Sambutan Pembukaan dan sekaligus membuka secara resmi Pelatihan.

Dwi Budi Sutrisno memaparkan Bencana akibat cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Kenyataan pahit dari bencana cuaca ekstrem, terutama yang terjadi di negara-negara kepulauan yang sedang berkembang, merupakan keprihatinan yang nyata dan mendesak bagi kehidupan manusia akan dampak buruk kenaikan permukaan air laut, badai dahsyat, dan pola cuaca yang tidak dapat diprediksi.

menyoroti pentingnya akurasi prakiraan cuaca yang tepat waktu dan tepat, memainkan peran penting dalam mitigasi risiko sehingga memungkinkan masyarakat untuk bersiap dan merespons secara efektif terhadap bencana alam yang akan terjadi, seperti angin topan, banjir, atau kebakaran hutan, peringatan dini memberikan waktu yang penting untuk evakuasi, mobilisasi sumber daya, dan koordinasi layanan darurat.

Prakiraan cuaca yang akurat tidak hanya menyelamatkan nyawa dengan memungkinkan tindakan proaktif namun juga meminimalkan dampak ekonomi dan infrastruktur dari bencana Sehingga Peran prakiraan cuaca dalam menumbuhkan ketahanan dan memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat rentan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan kejadian cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim, sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan dwi budi sutrisno bahwa Pusdiklat BMKG atau yang dikenal dengan Indonesia WMO Regional Training Center (Ina-RTC) telah berperan aktif dalam pengembangan kapasitas untuk menutup kesenjangan kompetensi di tingkat regional dan internasional sejak pengakuannya pada tahun 2012. Beragam pelatihan telah dilakukan untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan forecaster dalam pengoperasian dan pengembangan peringatan dini.

Dalam program pembelajaran, dwi budi sutrisno menuturkan Mata Kuliah Pengembangan Kompetensi Prakiraan Cuaca WMO ini, BMKG menganut model pembelajaran andragogi. Kegiatan pelatihan terdiri dari Presentasi, diskusi kelompok, latihan praktis, simulasi, dan diskusi, yang mewujudkan strategi pembelajaran berdasarkan pengalaman.

Untuk menjamin penerapan kompetensi yang diperoleh, peserta pelatihan diberi tugas utama untuk merumuskan Rencana Aksi untuk penerapan Peringatan Dini untuk Semua kegiatan Operasional mereka di negara masing-masing.

Pendekatan ini bertujuan tidak hanya untuk menyebarkan pengetahuan tetapi juga memastikan penerapan praktis dari keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, Jelasnya.

Selama 3 minggu, dari tanggal 27 November hingga 15 Desember 2023 para peserta dilatih dan dididik, dan Saya berharap mendapatkan program pelatihan yang sukses, bermanfaat, dan produktif sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, berkontribusi pada kemajuan peringatan dini untuk dapat diiimplementasikan di negara masing-masing, tutup Dwi Budi Sutrisno.

Dalam Pelatihan ini juga hadir Coordinator of Learning and Development, Education and Training Programme World Meteorological Organization (WMO) Paul BUGEAC.

Gempabumi Terkini

  • 23 Juni 2024, 18:43:50 WIB
  • 3.2
  • 38 km
  • 3.44 LS - 135.47 BT
  • Pusat gempa berada di darat 9 km barat daya Nabire
  • Dirasakan (Skala MMI): II Nabire
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 9 km barat daya Nabire
  • Dirasakan (Skala MMI): II Nabire
  • Selengkapnya →

Siaran Pers