Pemantauan Musiman April - Juni (Q2) 2023

  • Kukuh Prasetyaningtyas
  • 14 Agu 2023
Pemantauan Musiman April - Juni (Q2) 2023

Situasi Iklim - Q2 2023: Kondisi curah hujan di Indonesia terpantau bervariasi selama April hingga Juni 2023, mulai dari kondisi di bawah normal hingga di atas normal, jika dibandingkan dengan rata-rata jangka panjang 20 tahun. Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian barat dan tengah, Jawa bagian utara dan timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi bagian selatan dan Papua bagian tengah mengalami hujan di bawah normal. Sebaliknya Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian timur, Sulawesi bagian tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, bagian utara dan selatan Papua mengalami curah hujan di atas normal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sekitar 60% wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau per Juni 2023, dimana kekeringan meteorologi terlihat di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Peningkatan Frekuensi Dampak Bencana - Q2 2023: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 1,094 bencana selama April hingga Juni 2023. Sebagian besar disebabkan oleh bencana hidrometeorologi. Jawa Tengah dan Jawa Barat merupakan provinsi yang terkena dampak terparah.

Status Ketahanan Pangan dan Gizi - Q2 2023: Menurut Badan Pangan Nasional, pada Mei 2023, lebih dari separuh provinsi di Indonesia dinyatakan tahan pangan. Dari 34 provinsi, 22 provinsi dikategorikan stabil, sedangkan 12 provinsi lainnya (Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat) berada di bawah pantauan (berstatus "Waspada") terhadap kemungkinan penurunan situasi ketahanan pangan dan nutrisi.

Dampak El Nino - Q2 2023: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan bahwa peristiwa El Nino dapat berdampak pada proses penanaman padi serta meningkatkan risiko kekeringan di paruh kedua tahun 2023. Disamping itu, terdapat juga prediksi akan tertundanya periode musim hujan di tahun 2023. Kondsi ini berpotensi menurunkan produksi beras pada akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024. Menurut BMKG serta badan meteorologi dan klimatologi global, El Nino yang saat ini berkekuatan lemah sedang bertransisi ke tingkat sedang. El Nino diperkirakan akan bertahan hingga akhir tahun 2023.

- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

Gempabumi Terkini

  • 19 April 2024, 14:22:55 WIB
  • 3.5
  • 6 km
  • 2.93 LS - 119.40 BT
  • Pusat gempa berada di darat 8 km Tenggara Mamasa
  • Dirasakan (Skala MMI): III Mamasa
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 8 km Tenggara Mamasa
  • Dirasakan (Skala MMI): III Mamasa
  • Selengkapnya →

Siaran Pers