Optimalkan Produk Tembakau Temanggung, BMKG Tingkatkan Kemampuan Petani Lewat SLI

  • Rozar Putratama
  • 23 Nov 2021
Optimalkan Produk Tembakau Temanggung, BMKG Tingkatkan Kemampuan Petani Lewat SLI

Temanggung - Sekolah Lapang Iklim (SLI) merupakan salah satu upaya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam meningkatkan literasi iklim dan diseminasi informasi iklim untuk pertanian, sesuai Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, yaitu Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Kondisi iklim Ekstrim. Selain itu SLI juga sejalan dengan program Nawacita Pemerintah, yaitu program Nawacita ke Tujuh mewujudkan Kemandirian Ekonomi.

Dalam kegiatan SLI, BMKG mengharapkan kemandirian dari Pihak Pemerintah Daerah dan Swasta untuk bisa melaksanakan kegiatan sekolah lapang iklim guna mendukung kegiatan pertanian di lingkungan masing-masing. Senada dengan tujuan BMKG, Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengapresiasi kolaborasi dengan BMKG untuk meningkatkan hasil petani tembakau Temanggung.

Kegiatan SLI Tematik Komoditas Tanaman Tembakau sendiri dilaksanakan di Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada tanggal 22 November 2021, dan diikuti oleh Peserta sejumlah 30 orang yang terdiri dari petani Andalan sebanyak 28 orang dan penyuluh Pertanian Lapangan sebanyak dua orang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga menjelaskan bahwa cuaca dan iklim sangatlah penting bagi petani. "Petani tembakau, bagus dan tidaknya hasil panen, itu kan tergantung dengan kondisi cuaca dan iklim. Sedangkan, kendalanya adalah, saat ini pemanasan global membuat perunbahan iklim dan cuaca semakin tidak menentu, ini akan menyulitkan," kata Dwikorita.

Oleh karena itu, dengan adanya SLI maka petani akan dibekali berbagai pengetahuan dasar mengenai membaca cuaca, bahkan untuk skala kecamatan masing-masing, prediksi cuaca dapat diketahui melalui aplikasi telepon genggam pada ponsel pintar.

"Teknologi info BMKG sudah maju, bahkan petani bisa mengetahui nantinya kondisi cuaca hingga tingkat kecamatan masing-masing. Dengan adanya SLI, bertujuan untuk mengarahkan petani hingga dapat memahami perubahan kondisi cuaca yang mampu meningkatkan hasil panen," jelas Dwikorita.

Pada bulan April hingga Juli 2021 yang lalu, Stasiun Klimatologi Semarang juga telah sukses melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim Operasional di Desa Tuksari, Kec. Kledung Kab. Temanggung dengan komoditas yang ditanam adalah Bawang Merah. Hasil pendampingan Stasiun Klimatologi Semarang dalam pelaksanaan SLI Operasional tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani terhadap iklim dan cuaca yang berpengaruh dalam usaha tani, peningkatan produktivitas tanaman bawang merah, serta mengalami keuntungan ekonomi.

Sekolah Lapang Iklim ini melibatkan secara penuh para penyuluh pertanian sebagai mediator/interface antara informasi iklim dan petani. Hingga tahun 2020, secara nasional SLI telah menjangkau lebih dari 13.850 peserta dari penyuluh pertanian, pemerintah daerah, babinsa dan petani di 33 provinsi.

Materi yang disajikan adalah tata cara pengamatan curah hujan dan pembuatan pengukur curah hujan sederhana, kedua, pemahaman info iklim dan musim dan yang terakhir adalah pengenalan cuaca, iklim dan proses pembentukan awan dan hujan .

Pada kesempatan yang sama, Bupati Temanggung M. Al Khadziq menjelaskan bahwa dengan berbagai materi dan praktikum yang diberikan, serta dilaksanakan test membuat para petani lebih memahami dan belajar tentang cuaca serta iklim beserta pengaruhnya bagi pertanian, khususnya tembakau.

"Setelah kegiatan SLI Tematik ini selesai, para petani bisa mempraktekkan dalam kegiatan pertanian komoditas tanaman tembakau di lingkungan dan kelompoknya, serta selalu memanfaatkan informasi iklim dan musim dalam menunjang pola tanam," kata Al Khadziq.

Kegiatan SLI merupakan suatu kegiatan interaktif menggunakan metode Belajar Sambil Praktek (Learning by doing). Dengan kegiatan SLI, BMKG berkeinginan untuk mensosialisasikan pentingnya informasi iklim dalam mendukung kegiatan pertanian di Indonesia.

Kegiatan SLI merupakan cara BMKG sebagai penyedia Informasi dan petani sebagai "end user" berinteraksi melalui penyuluh petani lapangan. Sekolah Lapang Iklim atau SLI merupakan salah satu bentuk dukungan BMKG pada sektor pertanian. Tujuan utamanya adalah meningkatkan wawasan petani tentang informasi iklim dan cuaca BMKG dan menggunakan informasi tersebut untuk kegiatan pertanian.

Secara khusus Sekolah Lapang Iklim (SLI) ini mencakup tiga tujuan utama sebagai berikut, yaitu meningkatkan pengetahuan iklim petani dan kemampuan mereka untuk mengantisipasi fenomena iklim tertentu dalam aktivitas usaha tani mereka.

Kedua, membantu petani dalam mengamati parameter iklim dan menggunakan aplikasi dalam kegiatan dan strategi usaha tani mereka.

Ketiga, membantu petani untuk menerjemahkan dan memahami informasi dan prakiraan iklim guna mendukung kegiatan pertanian, terutama untuk keputusan awal tanam dan strategi pengelolaan tanaman mereka.

Tujuan dari pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Tematik Komoditas Tanaman Tembakau adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan Petugas penyuluh dan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak fenomena cuaca dan iklim ekstrim terhadap komoditas tanaman tembakau.

Harapannya petani bisa memanfaatkan informasi yang diberikan BMKG untuk berbagai hal yang berkaitan dengan produktifitas pertanian komoditas tanaman tembakau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memasyarakatkan Sekolah lapang Iklim (SLI) kepada kelompok tani, sehingga ketrampilan dan pengetahuan petugas maupun petani mengenai cuaca/iklim dapat ditingkatkan, khususnya dalam adaptasi terhadap usaha pertanian komoditas tanaman tembakau apabila terjadi iklim ekstrim seperti banjir dan kekeringan

 

Gempabumi Terkini

  • 14 Agustus 2022, 09:47:47 WIB
  • 5.9
  • 10 km
  • 1.86 LU - 126.44 BT
  • Pusat gempa berada di laut 139 km barat laut Halmahera Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Minahasa, II - III Bitung, II - III Kab. Minahasa Tenggara, II - III Tomohon, II - III Manado, III Batang Dua
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 139 km barat laut Halmahera Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Minahasa, II - III Bitung, II - III Kab. Minahasa Tenggara, II - III Tomohon, II - III Manado, III Batang Dua
  • Selengkapnya →

Siaran Pers