Najwa Shihab Wawancarai Kepala BMKG: "Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Sadar Bencana"

  • Rozar Putratama
  • 04 Okt 2018
Najwa Shihab Wawancarai Kepala BMKG: "Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Sadar Bencana"

Jakarta - Rabu (3/10) Sebagai sebuah program gelar wicara yang dipandu oleh jurnalis senior, Najwa Shihab yang akrab disapa Nana selalu konsisten meghadirkan topik - topik menarik dan terupdate dengan narasumber kelas satu. Kejadian gempabumi yang terjadi di Palu Sulawesi tengah menjadi topik utama dalam Mata Najwa edisi "Bangsa Sadar Bencana" yang ditayangkan secara live di Studio 41 stasiun Televisi Trans 7 pada Pukul 20.00-21.30.

Dalam edisi kali ini, narasumber yang hadir melihat kejadian secara langsung terjadinya gempabumi dan tsunami yang menyapu Kota palu pada Jumat 28 September pukukl 18.02 dengan Magnitude 7,4. Pada sesi pertama Najwa shihab mewawancarai Pramugari pesawat Garuda Indonesia Tria Adita Utari yang menceritakan kisahnya saat baru memasuki kamar penginapan di hotel Mercure kota Palu , Tria merasakan guncangan gempabumi dan mencoba untuk berlari keluar melalui jendela kamar. Tria juga menuturkan bahwa dirinya sempat menolong seorang ibu yang mengalami luka di bagian kepala hingga mengeluarkan darah, dan pada saat itu juga tria bersama ibu tersebut mendengar serta melihat arus tsunami yang mulai mendekat dan menyapu hotel mercure yang sudah dalam keadaan hancur.

Kemudian sesi wawancara dilanjutkan dengan seorang pilot maskapai penerbangan yang diselamatkan oleh pengorbanan ATC (Air Traffic Controler) Anthonius Gunawan Agung. Dalam alur ceritanya kapten pilot Ricosetta Mafella menceritakan bahwa pesawat yang mengangkut 184 orang penumpang ini akhirnya berhasil lepas landas bersamaan dengan terjadinya gempabumi yang melanda. Saat berada di ketinggian 1500 kaki beliau mencoba kembali melakukan komunikasi dengan anthonius, tetapi tidak mendapatkan respon hingga samapai di Jakarta. Saat sudah mendarat di Jakarta Kapten pilot tersebut merasa kaget mendapatkan informasi dari para crew batik yang menyatakan bahwa ATC yang memandu Batik air dengan nomor penerbangan ID-6231 mengalami patah tulang kaki karena menara ATC nya roboh, dan Anthonius berusaha menyelamatkan diri, tetapi Tuhan berkehendak lain, Antonius pun menghembuskan nafas terakhir saat akan dibawa ke rumah sakit di Makassar.

Setelah sesi dari para narasumber yang selamat dan melihat kejadian langusng gempa di Palu, sesi kedua dilanjutkan dengan sesi pengamatan para pakar. Sesi kedua diawali dengan paparan dari Kepala Pusat Data Infromasi dan humas BNPB Dr. Sutopo Purwo Nugroho, beliau menjelaskan secara rinci perihal keadan di kota Palu pasca kejadian gempabumi dan proses evakuasi yang dilakukan.

Dilanjutkan dengan Kepala BMKG Prof. Ir Dwikorita Karnawati, M.Sc. P.hD. dalam paparannya Dwikorita menjelaskan "Kota Palu sebenarnya sudah menjadi perhatian Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah, sejak tahun 2010 kami telah melakukan kerjasama dengan Bappenas, BNPB dan Universitas (UGM dan Tadulako) sudah membuat skema skenario untuk proses evakuasi penanganan apabila terjadi bencana di kota Palu, salah satu bentuk nyata yang dilakukan BMKG adalah melalui edukasi yang diselenggarakan melalui Sekolah Lapang Gempa.

Melalui SLG tersebut kami mencoba membidik sasaran untuk memberikan pengetahuan seputar gempabumi sejak usia dini, tetapi dengan adanya gempabumi yang terjadi di Kota Palu yang menimbulkan banyak korban membuat kami harus mengvaluasi yakni dengan memperbanyak latihan simulasi evakuasi apabila terjadi gembumi yang disertai tsunami".

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Dwikorita memaparkan yang menjadi skala prioritas langkah kami BMKG dalam penanganan bencana yakni dengan menambah sensor pendeteksi gempabumi dan tsunami, di wilayah Indonesia yang seluar kurang lebih 6 juta km persegi ini dibutuhkan peralatan sensor gempa hampir 1000 unit, sehingga kecepatan dan ketepatan informasi bisa didapatkan , selain itu juga skala prioritas yang kedua yakni perihal jaringan komunikasi khusus bencana, hal ini kami usulkan mengingat apa bila terjadi bencana selalu terulang jaringan komunikasi selalu terganggu, sehingga kita membutuhkan jaringan khusus untuk kondisi darurat".

Gempabumi Terkini

  • 24 Sep 2020, 16:35 WIB
  • 4.1
  • 10 km
  • 3.62 LS - 128.33 BT
  • Pusat gempa berada di darat 19 km timur laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): III Ambon, III Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 19 km timur laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): III Ambon, III Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers