Data Geospasial Dukung Inovasi 4.0 BMKG

  • Murni Kemala Dewi
  • 20 Apr 2018
Data Geospasial Dukung Inovasi 4.0 BMKG

Jakarta, 19 April 2018 / "BMKG 4.0 (four point zero) harus didukung dengan adanya Big Data dan Artificial Intelligent. Tapi semuanya itu tentu saja membutuhkan data geospasial yang mudah diakses, cepat, akurat dan luas jangkauannya dan tentu saja users friendly. Ini semua demi mewujudkan Indonesia 4.0 yang siap untuk selamat dan sejahtera"ucap Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D pada saat menyampaikan paparannya di acara Talkshow Tanggap Bencana yang diadakan BNPB dan mengangkat tema "Efektifitas Pemanfaatan Teknologi Geospasial untuk Penanggulangan Bencana".

Kepala BMKG mencontohkan bahwa pada saat gempa terjadi, di menit awal, para petugas di ruang Indonesia Tsunami Early Warning Sytem (InaTEWS), akan berlindung di bawah meja masing-masing dengan menggunakan helm. Namun hal ini bukan berarti bawah pada menit awal gempa berlangsung, tidak ada yang mengolah data atau menjaga keselamatan Indonesia. Yang bertugas untuk mengolah data dan menjaga keselamatan Indonesia pada menit awal gempa berlangsung adalah mesin-mesin yang sudah dirancang untuk langsung seketika menghitung keberadaan pusat gempa, kekuatan gempa dan apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak. Mesin-mesin tersebutlah yang disebut dengan Artificial Intelligent (AI).

Dalam proses pengolahan data, mesin-mesin AI ini membutuhkan data-data geospasial yang menjamin keakuratan data. Setelah gempa berhenti, para petugas yang berlindung di bawah meja akan segera memverifikasi semua data-data yang diolah oleh mesin-mesin AI ini pada tahap awal. Yang kemudian data-data yang terverifikasi inilah yang akan disampaikan di dalam waktu 5 menit ke seluruh pihak yang berwenang dan media. Dalam waktu 5 menit inilah, seluruh Indonesia sudah menerima informasi terkait gempa tersebut. Oleh karena itu dalam memperkuat quick win BMKG dalam Inovasi BMKG 4.0 maka dibutuhkan data geospasial untuk menjamin kecepatan, ketepatan, akurasi, jangkauan yang luas dan mudah untuk dipahami masyarakat demi mendukung Big Data dan Artificial Intelligent.

Ikut menjadi narasumber dalam talkshow yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana ini adalah Deputi Bidang IGT BIG, Dr. Ir. Nurwadjedi, M.Sc, CEO ESRI Indonesia, Dr. Achmad Istamar, Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Dr.rer.nat. Muh Arif Marfai, S.Si., M.Sc serta Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Dr. Sutopo Purwo, S.Si., M.Si. Sementara yang didaulat menjadi moderator adalah Pimpinan Redaksi Zonalima.com, Iwan Samariansyah. Sementara acara talkshow dibuka oleh Kepala BNPB, Laksamana Muda Willem Rampangilei.

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers