Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan (Vol. 3 - Agustus 2016)

  • Mohammad Ridwan
  • 16 Agu 2016
Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan (Vol. 3 - Agustus 2016)

Kondisi Umum:

  1. Peristiwa La Nina kemungkinan terjadi di akhir Agustus atau September 20161 dan akan berlangsung sampai dengan kuartal terakhir 20162. La Nina akan menyebabkan cuaca lebih basah dari biasanya.
  2. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim "kemarau basah" akan berlangsung sampai dengan bulan September di sebagian besar wilayah Indonesia. Pulau Jawa, Sulawesi bagian timur, Papua bagian tengah, serta Kalimantan dan Sumatera bagian selatan diprediksi akan mengalami kenaikan curah hujan (mencapai 200 persen).
  3. Selama periode La Nina sebelumnya, Indonesia mengalami curah hujan diatas normal, terutama di pulau Jawa, Maluku, Sulawesi, Sumatera bagian selatan, Kalimantan dan Papua, yang menyebabkan hujan lebat dan lebih tinggi dari curah hujan normal sehingga meningkatkan resiko kejadian banjir dan tanah longsor. Selama periode La Nina 2010 dan 2011, terdapat 779 orang meninggal dan 2.847 luka-luka karena bencana banjir.
  4. Dampak dari perubahan cuaca yang terkait dengan La Nina pada ketahanan pangan sulit untuk diprediksi. Secara historis, peningkatan curah hujan berdampak negatif pada produksi pertanian di beberapa daerah dan positif pada daerah lainnya. Namun, perubahan cuaca cenderung berdampak negatif terhadap akses pangan dan situasi ketahanan pangan dan mata pencaharian kelompok yang paling rentan.
  5. Kecenderungan cuaca dan kondisi La Nina akan berlangsung sampai tahun depan. Hal ini dapat meningkatnya curah hujan di musim hujan yang akan datang dan dapat meningkatkan kejadian banjir dan tanah longsor. Hal ini mungkin dapat menyebabkan timbulnya banyak korban jiwa dan kerusakan serta dapat mempengaruhi akses dan cadangan pangan, situasi kesehatan dan gizi dengan tingginya resiko penyakit yang terbawa air.

For English version

Gempabumi Terkini

  • 14 Mei 2021, 16:16 WIB
  • 5.3
  • 10 km
  • 0.01 LU - 96.43 BT
  • 156 km BaratDaya NIASBARAT-SUMUT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers