BMKG Gelar Seminar Nasional Tanda Waktu Astronomis

  • Ibrahim
  • 26 Nov 2020
BMKG Gelar Seminar Nasional Tanda Waktu Astronomis

Jakarta - Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Kedeputian Geofisika BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menggelar "Seminar Nasional Tanda Waktu Astronomis: Peran Strategis BMKG dalam Menyiapkan Data dan Informasi Hilal di Indonesia" secara virtual pada Kamis, (26/11).

Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber perwakilan dari Kementrian Agama RI, BMKG, Lembaga Falakiyah PB Nahdlatul Ulama, Majelis Tajrih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pondok Pesantren Modern Islam Assalam.

Deputi Bidang Geofika BMKG Muhamad Sadly serta Bambang Setiyo Prayitno selaku Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG turut serta hadir dalam seminar ini.

BMKG memiliki tugas mengamati posisi matahari dan bulan serta menginformasikan kepada para masyarakat. Dalam hal ini, salah satunya adalah Hisab dan Rukyat dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Untuk menjalankan amanat, BMKG melakukan perhitungan dengan menggunakan sistem semi-analitik kontemporer. Dengan sistem perhitungan ini dapat dihitung data Hilal di seluruh kota dan kabupaten, dan menginformasikannya di web BMKG.

Dalam sambutannya, Sadly mengatakan bahwa layanan informasi dan teknologi BMKG semakin diperlukan oleh masyarakat, terlebih pengguna perangkat elektronik yang semakin memasyarakat pada saat ini sangat bergantung pada sinkronisasi waktu yang hanya dapat disediakan oleh jam oleh BMKG (INA Time).

"Untuk itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk menginformasikan kepada khalayak ramai mengenai salah satu tugas BMKG terkait informasi tanda waktu astronomis sebagaimana tertera dalam UU No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, ujar Sadly. Selain itu, ia mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menyerap aspirasi dari para pemangku kepentingan untuk mengembangkan system tanda waktu astronomis di BMKG pada masa depan.

"Melalui kegiatan ini dapat merancang potensi kerja sama yang untuk masa depan sehingga memperkuat sinergi antara BMKG dengan para pemangku kepentingan, serta BMKG dapat berperan strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengamatan Hilal dan Rukyat, pungkas Sadly mengakhiri sambutannya.

Kemudian seminar berlanjut pada sesi penyampaian materi oleh para narasumber. Materi yang disampaikan, yakni mengenai Hisab dan Rukyat Hilal di BMKG, Potensi Kerja Sama Terkait Tanda Waktu pada Masa Depan, Penggunaan Data Hilal BMKG Oleh Kementerian Agama dalam Pelaksanaan Rukyatul Hilal dan Sidang ISBAT, Kebijakan Muhammadiyah Tentang Hisab-Rukyat dan Fajar, Kebijakan Nahdlatul Ulama Mengenai Rukyatul Hilal, Observasi Fajar & Hisab, serta Rukyat Hilal CASA.

Gempabumi Terkini

  • 05 Oktober 2022, 05:11:53 WIB
  • 5.0
  • 110 km
  • 7.80 LS - 130.51 BT
  • 90 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers