BMKG Buka Peringatan Hari Meteorologi Dunia dengan Kuliah Umum

  • Murni Kemala Dewi
  • 20 Mar 2019
BMKG Buka Peringatan Hari Meteorologi Dunia dengan Kuliah Umum

Jakarta, 20 Maret 2019 / BMKG hari ini membuka peringatan Hari Meteorologi Dunia yang ke 69 dengan mengadakan Kuliah Umum yang mengangkat tema 'Gerakan Restorasi Sungai dan Memanen Hujan di Indonesia dalam Upaya Ketahanan Air dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi' dengan pembicara Assoc.Prof. Dr. -Ing. Ir. Agus Maryono. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG dan KORPRI.

Menurut Penanggung Jawab Kegiatan Peringatan HMD Tahun 2019, Dr. Urip Haryoko, tujuan dilaksanakannya kuliah umum ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam pengelolaan air sebagai upaya menurunkan dampak bencana hidrometeorologi. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa peringatan HMD tahun 2019 selain diisi kuliah umum, juga akan ada 7 kegiatan lainnya seperti Olimpiade Sains Kebumian, Upacara Peringatan HMD, WMO Meeting, Focus Group Discussion, Seminar NWP dan Media Briefing. Kegiatan ini nantinya akan melibatkan seluruh pejabat dan staf BMKGPusat maupun Daerah, serta masyarakat terutama sekolah dan kampus.

Sementara itu, Deputi Bidang Instrumentasi Kalibrasi Rekayasa dan Jaringan Komunikasi, Dr. Widada Sulistya, menyambut baik kuliah umum ini dan berharap apa yang disampaikan nantinya bisa menjadi tambahan ilmu bagi pegawai BMKG. Apalagi sebentar lagi Indonesia akan memasuki musim kemarau. Dengan belajar cara 'memanen hujan' maka diharapkan bisa menciptakan sebuah inovasi yang mampu membantu dalam mengatasi persoalan kekeringan yang mungkin saja melanda beberapa wilayah di Indonesia.

Peringatan Hari Meteorologi Dunia dilakukan tanggal 23 Maret setiap tahunnya. Tahun ini peringatan Hari Meteorologi Dunia mengangkat tema 'the Sun, the Earth and the Weather. Sementara itu tema ini diterjemahkan oleh BMKG menjadi tema nasional yakni 'Siap Selamat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi'.

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers