Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Hujan Tahun 2018/2019 Provinsi Jawa Timur

  • Judith Marris
  • 26 Sep 2018
Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Hujan Tahun 2018/2019 Provinsi Jawa Timur

(25/09), Surabaya - BMKG Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan konferensi pers prakiraan awal musim hujan tahun 2018/ 2019. Hadir sebagai pembicara Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Mohammad Nurhuda, S.T, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno, S.Si dan Kepala Stasiun Meteorologi Sangkapura Bawean Gresik, Ahmad Bisri, S.T. Kegiatan yang berlangsung di press conference room BMKG Juanda Surabaya ini dihadiri wartawan dari media massa cetak, online dan elektronik.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno memaparkan, prakiraan paling awal musim hujan tahun 2018/2019 di wilayah Jawa Timur umumnya diprakirakan terjadi pada bulan November 2018. Prakiraan Awal Musim Hujan terjadi pada bulan September Dasarian III : daerah sekitar Gunung Bromo dan Semeru (ZOM 172), Malang bagian tenggara serta Lumajang bagian barat daya (ZOM 175).

"Sedangkan paling akhir memasuki musim hujan pada Desember Dasarian II : Probolinggo bagian timur laut, Situbondo/Bondowoso bagian utara (ZOM 181), Situbondo bagian timur laut dan timur, Banyuwangi bagian timur laut (ZOM 182), dan Banyuwangi bagian selatan (ZOM 194), " ujarnya.

Lebih lanjut, Anung mengatakan prakiraan awal musim hujan 2018/2019 umumnya diprakirakan sama hingga mundur (lebih lambat) satu dasarian dari rata-ratanya sedangkan prakiraan sifat hujan umumnya Normal (N) serta prakiraan puncak musim hujan terjadi umumnya di bulan Januari-Februari 2019.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Mohammad Nurhuda memberikan himbauan untuk masyarakat agar waspada akan terjadinya cuaca ekstrim seperti angin kencang, puting beliung, petir dan hujan lebat serta berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang dan jalan licin.

"Untuk itu masyarakat diharapkan bijak dalam menyambut musim hujan dengan persiapan yang matang, salah satu contohnya seperti membersihkan selokan yang mampet agar terhindar dari banjir dan memangkas pohon yang sudah rapuh agar aman ketika terjadi angin kencang," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sangkapura Bawean Gresik, Ahmad Bisri juga menghimbau terkait tinggi gelombang di perairan Jawa Timur yang patut diwaspadai. "Potensi tinggi gelombang pada bulan Oktober-Desember di laut Jawa bagian timur gelombang maksimum berpotensi hingga 2 meter masih kondusif untuk pelayaran, di bulan Januari-Maret ketinggian gelombang berpotensi diatas 2 meter perlu kewaspadaan bagi para nelayan dan usaha pelayaran," kata Ahmad.

"Untuk perairan selatan Jawa Timur di Samudra hindia, ketinggian gelombang potensinya lebih tinggi dari laut Jawa bagian timur. Ketinggian gelombang di Selat madura dan Selat bali relatif aman. Apabila ada potensi gelombang tinggi BMKG akan selalu menyampaikan melalui media yang ada, " lanjutnya.

Wartawan cukup antusias terbukti saat sesi tanya jawab, beberapa wartawan menyampaikan pertanyaan kepada pembicara. Konferensi pers yang juga disiarkan langsung melalui facebook resmi BMKG Juanda Surabaya ini ditutup dengan wawancara dan ramah tamah.

  • 15 Okt 2018, 23:26:49 WIB
  • 5.4
  • 25 Km
  • 3.91 LU - 95.76 BT
  • 17 Okt 2018, 07:30:15 WIB
  • 3.5
  • 4 Km
  • 4.07 LS 120.03 BT
  • Pusat gempa berada di darat 6 Km BaratDaya WAJO
  • Dirasakan (Skala MMI) : II-III Sengkang,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual