Analisis Hujan Sedang dan Angin Kencang di Nabire (09 Januari 2017)

  • 13 Jan 2017
  • EUSEBIO ANDRONIKOS SAMPE (PMG Pelaksana Sta. Met. Kelas III Moanamani - Nabire BMKG)

Telah terjadi kejadian berupa hujan sedang & angin kencang dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 Knot (50 km/jam) yang berhembus dari arah selatan sekitar pukul 20.55 WIT.

Artikel Lainnya

Telah terjadi kejadian berupa hujan sedang & angin kencang dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 Knot (50 km/jam) yang berhembus dari arah selatan sekitar pukul 20.55 WIT.

Terjadi banjir hingga setinggi 1 meter yang menghanyutkan beberapa rumah beserta harta para warga. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya kali-kali kecil di kawasan atas Wolonmanget hingga akhirnya menerjang puluhan unit rumah di sisi timur ruas jalan trans utara Flores.

Gempabumi merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi akibat adanya interaksi antar lempeng bumi. interaksi ini menjadi pemicu utama adanya sebuah proses tegangan pada batuan. Proses tegangan pada batuan akan terus berlangsung hingga sifat elastisitas batuan tercapai. Ketika batuan tersebut telah mencapainya, maka proses regangan akan terjadi dengan diikuti oleh proses pelepasan energi. Pelepasan energi pada interaksi tersebut akan dipancarkan ke segala arah hingga ke permukaan bumi. permukaan bumi akan merespon gelombang tersebut dalam bentuk getaran. Getaran tersebut yang dirasakan oleh manusia dan dikatakan sebagai sebuah gempabumi.

Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya diakibatkan karena kondisi SST yang cukup hangat, adanya shearline dan sirkulasi Eddy di sekitar wilayah Nabire yang menyebabkan terjadinya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yang menyebabkan terjadi angin kencang. Hal ini juga didukung dengan RH lapisan 850 & 700 mb yang cukup basah,berkisar antara 60 80 %.

Talaud adalah pulau paling utara di pesisir utara Manado yang terlihat seperti jembatan yang menghubungkan Sulawesi Utara ke Filipina. Talaud merupakan satu kepulauan dengan Sangihe, yang sering disebut sebagai Sangihe Talaud. Sangihe dan Talaud adalah rantai dari pelebaran pulau - pulau di utara Sulawesi yang mengarah ke ujung selatan Filipina. Gugusan tersebut terdiri dari 77 pulau di mana sebanyak 56 pulau tanpa penduduk. Pulau ini terbentuk dari proses penunjaman 3 lempeng, yakni Lempeng Eurasia, IndoAustralia dan Pasifik.

Hujan deras di Kota Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama tergenang banjir. Sejumlah warga membongkar pembatas jalan agar air yang tergenang dapat mengalir. Beberapa jalan utama di Kota Maumere, seperti Jalan Anggrek, Jalan Pelabuhan, Jalan Ahmad Yani tergenang air akibat hujan deras dan sampah yang menumpuk di selokan. Banjir ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Bahkan di Jalan Anggrek, Kota Maumere, sejumlah warga terpaksa membongkar pembatas antara jalan dan trotoar agar genangan air dapat mengalir ke jalur jalan yang lain. Warga setempat berharap pemerintah dapat secepatnya memperbaiki selokan maupun trotoar yang menghalangi aliran air agar banjir tidak menggenangi jalan.

Data model analisis SST tanggal 14 November 2016 menunjukkan bahwa suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia termasuk perairan Pulau Sumbawa hangat berkisar antara 30 - 32 C. kondisi ini menunjukan adanya pasokan uap air yg cukup ke wilayah Pulau Sumbawa untuk pembentukan awan konvektif. Analisis anomali SST bernilai positif 1.0 s/d 2.0 C di perairan selatan dan utara Pulau Sumbawa. Nilai anomali ini menunjukan kondisi diatas normal, memberikan peran dalam meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang aktif di wilayah pulau Sumbawa.

Nusa Tenggara secara phisiografi kepulauan ini dibatasi oleh bagian barat Jawa, di bagian timur oleh Busur Banda dan di bagian utara oleh Laut Flores dan di bagian selatan oleh Samudera Hindia. Secara geologi kepulaun ini terletak di pusat Busur Banda, yang terbentuk oleh rangkaian kepulauan gunung api muda. Secara tektonik, rangkaian gunung ini akibat subduksi lempeng indo_australia terhadap busur banda. Sebagian besar busur dari kepulauan Nusa Tenggara dibentuk oleh zonasubduksi dari lempeng Indo-australia yang berada tepat dibawah busurSunda-Banda selama di atas kurun waktu tertier yang mana subduksi inidibentuk didalam busur volcanik kepulauan Nusa Tenggara.

Provinsi Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia serta patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Akibat dari pertemuan tersebut terbentuknya segmen-segmen aktif yang berpotensi menimbulkan gempabumi di daratan Sumatera Barat. Tiga zona aktif gempabumi di Sumatera; zona subduksi, zona Sesar Mentawai dan Zona Sesar Sumatera pada Tahun 2016 menyebabkan gempabumi di wilayah Sumatera Barat sebanyak 195 kali kejadian gempabumi baik yang bersumber dididarat maupun dilaut.

  • 16 Jan 2017, 22:06:42 WIB
  • 5.6 SR
  • 103 Km
  • 7.91 LS - 130.23 BT
  • 16 Jan 2017, 19:42:12 WIB
  • 5.6 SR
  • 10 Km
  • 3.33 LU 98.46 BT
  • Pusat gempa berada di darat 28 km BaratDaya Kab. Deliserdang
  • Dirasakan: VI Sibolangit, IV-V Medan, III Tebingtinggi, II Pemantang Siantar,

Siaran Pers & Info Aktual