Kesiapan BMKG Dukung Penyelenggaraan IMF-Bank Dunia di Bandar Udara dan Pelabuhan

  • Murni Kemala Dewi
  • 13 Mei 2018
Kesiapan BMKG Dukung Penyelenggaraan IMF-Bank Dunia di Bandar Udara dan Pelabuhan

Surabaya, 12 May 2018/ Beberapa bandara seperti Bandara Banyuwangi, Bandara Juanda dan Bandara Sultan Hasanuddin akan dijadikan bandara penyangga Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali pada kegiatan Annual Meeting IMF-Bank Dunia yang akan digelar pada Oktober 2018 dan kabarnya akan dihadiri 18.000 orang. Oleh karena itu pemerintah Indonesia saat ini sedang giat meningkatkan sarana dan prasarana di bandara-bandara tersebut agar kegiatan IMF-Bank Dunia bisa berjalan dengan lancar. Namun selain peningkatan sarana dan prasarana bandara, yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan jaminan keselamatan penerbangan pesawat yang nanti akan banyak berlalu lalang di bandara.

Dalam rangka mendukung suksesnya pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan diselenggarakan tersebut, BMKG telah menyiapkan tambahan pemasangan beberapa instrument digital otomatis untuk memantau dinamika cuaca di sepanjang landasan pacu bandara dan juga cuaca maritim di pelabuhan. Dengan terpasangnya instrument tersebut, diharapkan layanan informasi cuaca untuk penerbangan dan maritim dapat diberikan secara cepat, tepat dan akurat sehingga keselamatan penerbangan dan pelayaran dapat ditingkatkan.

Adapun instrument yang akan dipasang di bandara meliputi AWOS (Automated Weather Observing System), LIDAR dan client radar yang akan dipasang di Bandara Ngurah Rai, Bandara Juanda, Bandara Banyuwangi dan Bandara Sultan Hasanuddin. Sementara untuk peningkatan keselamatan pelayaran, BMKG juga akan menambah instrument berupa radar maritim di dua titik disepanjang pelabuhan Buum dan Pelabuhan Ketapang untuk memantau kekuatan arus dan gelombang.

Dalam rangka koordinasi pemasangan instrument-instrument tersebut, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada tanggal 11 Mei 2018 dan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah pada keesokan harinya, 12 Mei 2018. Dalam pertemuan ini Kepala BMKG menyampaikan bahwa Stasiun-stasiun BMKG yang berada di wilayah Banyuwangi dan Sidoarjo, siap bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam memberikan layanan yang maksimal.

Pertemuan Kepala BMKG dengan pemerintah daerah Banyuwangi dan Sidoarjo didampingi oleh Deputi Bidang Meteorologi, Drs. R.Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc, Koordinator Provinsi Jawa Timur sekaligus Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Moch.Nurhuda, S.T, Kepala Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Supriyono, S.T, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Perak II, Hartendra, S.E, Kepala Stasiun Geofisika Tretes, Suwardi, S.Si, Kepala Stasiun Geofisika Karang Kates, Musripan, S.E, Kepala Stasiun Geofisika Sawahan, M.Chudori, S.T, Kepala Stasiun Meteorologi Tuban, Desindra Dedi Kurniawan, S.P, Kepala Stasiun Meteorologi Sangkapura, Ahmad Bisri, S.T dan Kepala Stasiun Klimatologi Karangploso, Joko Budi Utomo, S.T.

  • 26 Mei 2018, 05:23:43 WIB
  • 5.2 SR
  • 188 Km
  • 7.71 LS - 128.41 BT
  • 26 Mei 2018, 03:15:00 WIB
  • 4.4
  • 6 Km
  • 7.2 LS 106.88 BT
  • Pusat gempa berada di darat 30 km Barat Daya Kota Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI) : II-III Pelabuhan Ratu, II-III Sukabumi, II-III Cisaat, II-III Sagaranten,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual