BMKG-JRC Gelar FGD Pembangunan Radar Tsunami di Yogyakarta

  • Ibrahim
  • 06 Sep 2019
BMKG-JRC Gelar FGD Pembangunan Radar Tsunami di Yogyakarta

Yogyakarta - (6/9), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan Japan Radio Technic (JRC) mengadakan kegiatan Focus on Group Discussion (FGD) pembangunan radar tsunami di Kantor Stasiun Geofisika Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari proses pembangunan radar tsunami yang dilaksanakan di Pantai Parangtritis - Bantul dan Pantai Keburuhan - Purworejo. Pembangunan

FGD ini dihadiri Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Kepala Pusat Instrumentasi, Kalibrasi dan Rekayasa BMKG, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Kepala Balai Besar Wilayah II BMKG, Kepala Bagian Kerjasama BMKG, Kepala BPBD Kab, Bantul, Kepala BPBD Kab. Kulonprogo, Kepala BPBD Kab. Purworejo, Kepala Stasiun Koordinator UPT BMKG Jawa Tengah, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Dekan Fakultas Teknik UGM, Dekan Fakultas Geografi UGM, Direktur Kemitraan Alumni dan Urusan Internasional UGM, TNI Angkatan Laut Purworejo, Kepala Desa Parangtritis, Kepala Desa Keburuhan dan Staf Teknis Stasiun Geofisika Yogyakarta.

FGD tersebut bertujuan untuk membahas secara umum teknis proses pembangunan yang sedang berlangsung dan permasalahan yang dihadapi dilapangan. Dalam kegiatan ini menghasilkan rekomedasi sebagai berikut :

  1. Perlunya memberi pencerahan kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga peralatan BMKG dan juga sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi dan mitigasi gempabumi dan tsunami.
  2. Perlunya komunikasi intensif antara BMKG Yogyakarata dan instansi terkait di Yogyakarta, guna meningkatkan kerjasama mitigasi bencana MKG.
  3. Segera merealisasikan MOU dan PKS dengan instansi terkait agar memperlancar pelaksanaan instalasi peralatan baru dan untuk kelancaran keberlangsungan observasi MKG di Yogyakarta.
  4. Meningkatkan kerjasama dengan instansi akademis di bidang penelitian dan inovasi terkait mitigasi bencana

Radar tsunami ini merupakan uji coba pertama yang dilakukan oleh kerjasama BMKG Indonesia - JRC Jepang yang baru dilakukan di Indonesia. Indonesia melalui Instansi BMKG berencana melakukan versi demo radar tsunami selama satu tahun ke depan untuk meneliti, mengembangkan dan memvalidasi hasil maupun efektifitas radar tsunami dalam penerapannya. Proses pembangunan saat ini memasuki tahap pembangunan pondasi antena radar tsunami dan ditarget Maret 2020 sudah dapat dilakukan ujicoba.

Gempabumi Terkini

  • 21 September 2019, 03:59:16 WIB
  • 5.1
  • 10 km
  • 0.95 LS - 128.65 BT
  • 120 km TimurLaut HALMAHERASELATAN-MALUT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →
  • 120 km TimurLaut HALMAHERASELATAN-MALUT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers