Dukung Keselamatan Nelayan dalam Penanganan Dampak El Nino, BMKG Gelar SLCN Kab. Cilacap

  • Dimas Bayu Sajiwo
  • 20 Jul 2023
Dukung Keselamatan Nelayan dalam Penanganan Dampak El Nino, BMKG Gelar SLCN Kab. Cilacap

Jakarta,(20 Juli 2023) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Pembukaan Pelatihan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang ke-5 di Kab.Cilacap. Pelatihan ini dibuat bertujuan untuk mendapatkan edukasi tentang keterampilan mengakses dan membaca cuaca yang menjadi bekal penanganan untuk berbagai kondisi cuaca yang terjadi di lautan. Pelatihan ini pun dihadiri oleh Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG, Novita Wijayanti selaku anggota Komisi V DPR RI, Drs.Mohamad Wijaya selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Cilacap dan Bagus Pramujo selaku kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap serta jajaran sekitarnya.

Acara di awali dengan kemeriahan tarian Ojo Dumeh yang dilanjut dengan sambutan sekaligus pembukaan pelatihan oleh Dwikorita yang berharap dari adanya pelatihan ini dapat memberikan pembelajaran bermanfaat untuk nelayan agar mendapatkan informasi yang tepat terutama dalam bidang cuaca dan iklim untuk mengatasi berbagai dampak buruk yang terjadi. "Pada dasarnya menurut data WMO state Of Global Climate for 2022 menunjukkan bahwa bumi semakin hari akan semakin memanas yang diprediksikan dapat menimbulkan perubahan iklim dan badai trofis" tutur Dwikorita.

"Adanya pemanasan bumi dapat mengakibatkan kegagalan panen karena kekeringan yang terjadi, oleh karena itu perlu adanya penanganan dalam bidang informasi terutama informasi mengenai cuaca dan iklim untuk para nelayan yang masih memiliki harapan agar dapat menghasilkan pasokan ikan dari lautan karena kurangnya siklus badai tropis yang melanda lautan" sambung Dwikorita.

Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Bagus Pramujo selaku ketua pelaksana yang mengungkapkan besar harapan bagi para petani untuk fokus dan pahami segala informasi yang didapatkan dari pelatihan ini.

Ilmu akan didapatkan selama kita mau dan berusaha, hal ini selaras dengan ucapan Muhammad Wijaya yang menuturkan bahwa nelayan dapat mengikuti kegiatan sebaik-baiknya sebagai referensi guna mendukung bidang maritim di daerah Cilacap. Hal ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan produksi perikanan yang cukup banyak dengan luas laut 5.600 km2 dengan kurang lebih 17.000 warga yang berprofesi sebagai nelayan di Kab.Cilacap. "Nelayan yang menyelesaikan kuasa alam bukan alam yang menguasai nelayan" tutur lanjut Muhammad Wijaya.

Harapan ini juga diungkapkan oleh Novita tentang besar harapan untuk para nelayan agar terus konsisten dalam mendapatkan informasi terkait cuaca dan iklim guna mendukung aspek bidang maritim pada aspek peningkatan pemanasan bumi setiap tahunnya yang kian meningkat.

Besar harapan pelatihan ini dapat menjadi sumber informasi dari segi cuaca dan iklim bagi para nelayan Kab. Cilacap yang memitigasi timbulkan pemanasan bumi yang lebih parah juga menjadi sumber solusi dari konsep pembelajaran learning by doing untuk meningkatkan hasil pangan terutama di bidang kelautan. Kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit mangrove yang menjadi salah satu upaya dalam memitigasi, mengendalikan laju kenaikan suhu yang mengakibatkan perubahan iklim.

Gempabumi Terkini

  • 26 Februari 2024, 00:33:47 WIB
  • 4.8
  • 12 km
  • 0.63 LU - 98.52 BT
  • Pusat gempa berada di laut 78 km TimurLaut Nias Selatan
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Tapanuli Tengah
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 78 km TimurLaut Nias Selatan
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Tapanuli Tengah
  • Selengkapnya →

Siaran Pers