Analisis Cuaca Terkait Hujan Lebat di Kotabumi Lampung (11 Maret 2017)

  • 17 Mar 2017
  • RAMADHAN NURPAMBUDI, S.Tr (PMG Pelaksana Lanjutan Sta. Met. Kelas I Radin Inten II - Bandar Lampung BMKG)

Telah terjadi hujan lebat di wilayah Lampung terutama di wilayah Lampung Utara yang menyebabkan sawah-sawah masyarakat terendam banjir. Belasan hektar persawahan masyarakat ini terancam gagal panen sebab air merendamnya cukup lama. Ketinggian air sekitar 50 cm pada saat kejadian. Saat sebelum hujan dating padi masyarakat sudah mulai menguning dan tidak lama lagi akan bisa dipanen namun kejadian ini menunda kesempatan mereka untuk bisa memanen hasil sawahnya. Sawah mereka tertutup oleh lumpur sehingga masyarakat harus membersihkan dahulu sawah mereka dari lumpur kemudian bisa menanamnya kembali.

Artikel Lainnya

Pulau Bali yang terletak pada 8 3" 40"" - 8 50" 48" LS dan 114 25" 53"" - 115 42" 40"" BT merupakan kawasan dengan aktifitas kegempaan yang tinggi di Indonesia. Pulau Bali merupakan bagian dari busur kepulauan Sunda kecil yang terbentuk sebagai akibat proses subduksi Lempeng Indo - Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Busur Sunda kecil ditandai oleh bidang pusat gempa yang menukik yang dikenal sebagai Zona Benioff Wadati. Subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dengan kecepatan 7 cm per tahun (Demets dkk, 1994) merupakan penyebab aktifnya sesar di Bali dan sekitarnya. Berdasarkan kondisi tektonik ini, maka Bali memiliki dua jenis pembangkit gempabumi, yakni aktifitas subduksi lempeng di selatan Bali dan aktifitas sesar - sesar lokal yang dihasilkan oleh gerakan subduksi lempeng tersebut.

JAILOLO(beritalima.com) - Banjir Hantam desa Sidangoli Gam, kecamatan Jailolo Selatan, kabupaten Halmahera Barat (Halbar), tepat di Rt 06 sedikitnya 8 Rumah warga rusak parah dan ikut terbawa banjir, Rabu (15/3/2017).Hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 04.00 WIT, membuat debit air sungai meluap. Akibatnya desa tersebut terendam banjir. Data sementara Polsek Jailolo Selatan, terdapat 8 rumah terendam banjir. Dan warga malam langsung memilih mengungsi ke masjid. Namun, pagi kemarin sudah kembali ke rumahnya, untuk melakukan bersih-bersih. "Dari hasil data korban Rumah terendam sebanyak 8 Rumah. Sementara satu diantaranya ikut terbawa banjir," kata Kapolsek Jailolo Selatan, Ipda Wahyu Aji kepada beritalima, Rabu tadi.Ketua RT 6 Desa Sidangoli Gam, Udin Dero, mengatakan, selama ini baru terjadi banjir yang menghantam hingga merembek pada rumah warga. Hal ini karena meluapnya air sungai. "Banjir tadi diperkirahkan mencapai 2 meter lebih," terangnya. Selain itu, lanjut dia, bukan hanya rumah yang ikut terendan, tetapi juga sawa milik warga juga terancam gagal panen. Sementara pemilik rumah terkena dampak banjir, Idrus Basir, mengatakan, semua harta benda berada dalam rumah seperti kulka, sepeda motor ikut terendam," ungkapnya.Sedangkan rumahmilik Suparno, yang terbawa banjir, juga berharap semoga ada perhatian dari Pemerintah, karena dirinya tidak tau mau kemana. Karena rumah dan seisinya terbawa banjir. "Semuanya sudah habis, saya bingun mau kemana tetapi untuk sementara mungkin sementarainu akan berteduh di mesjid," pungkasnya.

KUDUS(MuriaNewsCom) - Sebanyak tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, dilanda bencana angin puting beliung, Senin (13/3/2017). Kejadian itu berakibat ratusan unit rumah di tiga desa tersebut rusak. Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, puting beliung menyerang tiga desa sekitar pukul 13.30 WIB siang. Tiga desa yang paling parah diserang amukan angin, meliputi Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo. "Angin puting beliung yang menyerang kawasan Undaan itu sekitar 30 menit lamanya. Meski hanya sebentar saja, namun cukup membuat kerusakan yang cukup parah," kata Catur di Kudus, kepada MuriaNewsCom.Menurutnya, dari data yang dihimpun sementara, untuk Desa Glagahwaru, total rumah yang rusak akibat puting beliung mencapai 103 rumah. Kerusakan pada rumah tersebut bervariatif, dengan kerusakan ringan hingga sedang.Sementara, untuk Desa Kalirejo, angin menyerang RT 02 RW 04. Dari pusaran angin, mampu merusak rumah dengan jumlah 45 rumah. Tingkat kerusakan dengan kategori ringan sampai dengan rusak sedang. "Untuk Desa Berugenjang masih dalam proses pendataan.Namun perkiraan kerusakan ringan hingga sedang juga mencapai jumlah puluhan rumah," ungkapnya.

MAGETAN(KOMPAS.com) - Sebanyak enam rumah rusak dan 23 pohon tumbang menyusul bencana angin kencang yang menimpa Kota Magetan dan sekitarnya, Sabtu ( 4 / 3 / 2017) malam.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. "Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Magetan dan menerjang ratusan rumah menyebabkan 23 pohon tumbang dan enam rumah rusak," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, Minggu ( 5/3/2017) pagi Keenam rumah warga Kota Magetan yang rusakyakni Sunti, Muslimah, Diro, Bejo, Rukiyat, dan Giri. Kerusakan rata-rata bagian atap karena tertimpa pohon yang tumbang. Sementara 23 pohon tumbang terjadi di satu titik di alun-alun Magetan, dua titik depan Secata Kelurahan Tambran, satu titik di Desa Baron Kecamatan Magetan, empat titik di dalam Mako Polres Magetan, dua titik dijalur Desa Tambakrejo, satu titik di jalan Sawo, Kecamatan Magetan (depan alfamart), satu titik di depan Alfamart Desa Purwosari, Kecamatan Magetan. Selain itu dilaporkan pohon tumbang di dua titik di dalam pasar sayur Magetan, tujuh titik di jalur sukomoro -maospati dan dua titik di jalur menuju perumahan Baron. Terhadap bencana itu, tim BPBD Magetan bersama aparat dan warga membantu memotong pohon yang menimpa rumah warga.

BANGKALAN(TRIBUNJATIM.COM) - Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Tragah, Desa Soket Laok dan Desa Keteleng, Bangkalan, Madura, Selasa (14/3/2017) petang. Akibatnya, 16 rumah yang ditempati 30 keluarga rusak. Selain itu, terdata sebanyak 34 pohon jati tumbang dan lima tiang listrikpatah. Dari 16 rumah semi permanen itu, 10 rumah rusak berat menimpa 20 kepala keluarga di Desa Soket Laok. Sementara 6 rumah lainnya dan lima tiang listrik patah di Desa Keteleng. "Tiang -tiang listrik itu ada yang patah dua dan tiga karena tertimpa pohon jati. Pohon jatinya besar, pernah saya tawar satu pohon Rp 1 juta tapi tidak diberikan," Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Tragah, Moh Hasin kepada TribunJatim.com , Rabu (15/3/2017). Ia menjelaskan, pihaknya baru bisa melakukan pendataan kerusakan rumah maupun pohon tumbang. Hal itu disebabkan lampu padam sehingga kondisi di lapangan gelap. "Mendung pekat dan hujan lebat. Dua kali terjadi angin puting beliung, sekitar dua menit kejadiannya. Data jumlah rumah dan pohon tumbang masih sementara, kami akan data kembali," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Moris menyebutkan, kerusakan 16 rumah semi permanen, pohon tumbang, dan tiang patah tersebut merupakan hasil assesment Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. "Kami baru mendengar kejadian itu pagi ini setelah ada laporan dari bawah. Ketika kami datang, warga terdampak sudah bersih -bersih. Bangunan semi permanen itu terdiri dari rumah, musala, dan kandang," ungkap Rizal.

TERNATE (www.kbknews.id) - Banjir melanda banyak daerah di Galela, termasuk Maluku Utara. Di Pesisir Pantai Soa Sio, Barataku Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), ratusan rumah terendam karena air laut yang pasang. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi dari 113 rumah yang terendam dan 6 di antaranya mengalami rusak parah," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Heny Tonga, yang dilansir Antara, Selasa (14/2/2017). Ditambahkannya, banjir rob (gelombang pasang) ini terjadi akibat gelombang laut meningkat mencapai dua sampai empat meter. Dikuatkan data dari BMKG, Perairan samudra Pasifik dan Utara Halmahera ketinggian ombak mencapai 2-4 meter, sehingga kini status waspada berlaku dari 13 hingga 16 Februari.

Hujan lebat yang turun di wilayah Lampung menyebabkan meluapnya sungai Way Tulang Bawang dan menggenangi sekitar 300 pemukiman masyarakat di sekitar sungai tersebut. Ketinggian air bervariasi di lokasi kejadian berkisar 20-70 cm. Pemukiman yang berjumlah 500 kepala keluarga ini sudah 3 hari terakhir ini berhadapan dengan hujan lebat. Hujan mulai turun sejak sore hari dan terus turun hingga malam hari.

CILACAP (wartamerdeka.net) - Hujan disertai angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (11/03/2017) pukul 16.30 WIB, menumbangkan sedikitnya ratusan pohon, baik Pinus maupun Mahoni Aprika (Autheuca) di kawasan hutan Bakung-Cipodol, wilayah BKPH Majenang, RPH Cimanggu, Cilacap, Jateng. Hal itu berdasarkan informasi dari Kepala BKPH Majenang, Agung Heru Sasongko dalam pesan singkatnya kepada wartamerdeka. Lebih lanjut, Agung yang terus melakukan inspeksi di lokasi sampai sore tersebut menginformasikan bahwa kejadian tersebut berawal dari hujan lebat disertai angin puting beliung pada pukul 16.30 WIB di wilayah Cimanggu, tepatnya Dusun Bakung, Cipodol (Rt 01/06 ), Desa Cilempuyang, Kecamatan Cimanggu, Kab Cilacap,Jateng. Kejadian tersebut masuk wilayah kelola Perum Perhutani BKPH Majenang, RPH Cimanggu.

Hujan lebat yang mengguyur kabupaten Lampung timur mulai sore hingga malam hari menyebabkan banjir di beberapa lokasi dan salah satu yang terparah adalah desa Mulyoasri. Akibat hujan lebat ini menyebabkan sungai meluap setinggi 1,5 m, sebanyak 150 rumah serta membanjiri ratusan hektar persawahan warga. Hujan lebat ini juga membuat putusnya jembatan di desa Rejoasari, jembatan yang menghubungkan dua desa di wilayah tersebut terpaksa lumpuh untuk sementara waktu.

  • 23 Mar 2017, 21:35:35 WIB
  • 5.0 SR
  • 10 Km
  • 8.02 LS - 107.91 BT
  • 48 km BaratDaya KAB-TASIKMALAYA-JABAR
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →
  • 24 Mar 2017, 05:27:19 WIB
  • 3.1 SR
  • 10 Km
  • 5.1 LS 104.15 BT
  • Pusat gempa berada di darat 1 km TimurLaut Lampung Barat
  • Dirasakan (Skala MMI) : I-II Liwa,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual