Analisis Dinamika Atmosfer dan Laut Dasarian II Januari 2018

  • Mohammad Ridwan
  • 24 Jan 2018

PREDIKSI DASARIAN II JANUARI 2018

  • Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi angin baratan. Pertemuan angin diprediksi terjadi di sekitar Kepulauan Riau dan Kalimantan bag. timur, serta pola siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Aceh yang mendukung pembentukan awan hujan, Berdasarkan indeks Monsun Asia dan Australia mengindikasikan pengurangan peluang pembentukan awan hujan di sekitar Kalimantan bag.barat, Sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kondisi SST Indonesia berpeluang menambah penguapan di bagian timur laut Indonesia sekitar Maluku dan Papua, Wilayah konvektif dari pergerakan MJO mendukung peningkatan curah hujan terutama dibagian barat Indonesia. Analisis sampai pertengahan Januari ENSO dalam kondisi La Nina, Indek ENSO lebih rendah dari -0.5 mulai pertengahan Oktober 2017, namun secara klimatologisnya La Nina di musim hujan kurang signifikan untuk penambahan curah hujan dari normalnya kecuali di sekitar Kaltara, Sulawesi bag.utara, kepulauan Maluku, sebagian NTT dan Papua Barat bag.barat.
  • Prakiraan curah hujan dasarian III Januari, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Kep.Maluku dan Papua didominasi Curah hujan menengah (50-150 mm/Dasarian) kecuali di perbatsan Sumbar, Riau dan Sumsel, pesisir Sulsel bag.timur, Sulbar bag.selatan berpotensi curah hujan rendah (20-50mm/Das), sedangkan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sekitar Maksar Sulawesi Selatan dan Peg.Jayawijaya bag.timur Papua berpeluang tinggi diatas 150mm/Das.
  • Daerah yang berpotensi curah hujan tinggi (>100 mm/das) : berpeluang di wilayah Aceh Sumatera Utara bag utara, Pesisir selatan Sumatera, Makasar Sulsel, Sebagian Sulawesi Tenggara, Pulau Jawa kecuali pantura Jabar, Bali, Nusta, dan sebagian besar Papua.
PREDIKSI BULAN FEBRUARI 2018
  • Prediksi Curah Hujan pada kisaran menengah sampai tinggi (>300mm/bulan). Curah Hujan tinggi berpeluang di Pulau Jawa, Sebagian pulau Sulawesi dan sebagian besar Pulau Papua. Sifat Hujan didominasi Atas Normal, terutama di Sumatera bagian utara, Pulau Jawa, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi dan Sebagian besar Pulau Papua.


- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.