|
Berita
MONITORING NO2 BULAN SEPTEMBER DAN OKTOBER 2009
[1/4/2010]
Pemantauan Nitrogen Dioksida (NO2) di wilayah DKI-Jakarta dilakukan di 5 (lima) lokasi yaitu: Ancol, Bandengan (Delta), Glodok, Kemayoran, dan Monas.
Pengukuran kadar NO2 dilakukan dengan metode passive gas menggunakan alat passive sampler. Analisis sampel dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG, menggunakan alat spectrophotometer.
Hasil pengukuran kadar NO2 pada bulan September dan Oktober 2009 di DKI Jakarta dapat dilihat pada Grafik di bawah ini.

Pada bulan September, kadar NO2 tertinggi di Glodok (0,133 ppm) dan kadar terendah di Monas (0,059 ppm), namun masih berada di bawah Nilai Baku Mutu (0,08 ppm) kecuali di Glodok.

Pada bulan Oktober, kadar NO2 tertinggi di Glodok (0,078 ppm) dan kadar terendah di Ancol (0,036 ppm), namun masih berada di bawah Nilai Baku Mutu (0,08 ppm).
Pemantauan NO2 di luar DKI-Jakarta dilakukan di stasiun Siantan-Pontianak dan stasiun GAW-Kototabang-Sumatera Barat.
Hasil pengukuran rata-rata bulanan kadar NO2 di luar DKI-Jakarta dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

|
|
|
|
|
Peta
Peringatan Bahaya
10 September 2010
Tidak ada peringatan Bahaya
GempaBumi Terkini
09-Sep-10 14:42:36 WIB
|
Lokasi :6.08 LS-125.88 BT
Kedalaman : 516 Km
|
278 km TimurLaut DILI-TIMORLESTE tidak berpotensi TSUNAMI
|
Gempa Dirasakan
| Tanggal | 08/09/2010-00:22:30 WIB |
| Kekuatan | 4.7 SR |
| Kedalaman | 10 Km |
| Lokasi | 0.7 LS 119.97 BT |
Keterangan : Pusat gempa berada di darat 24 km Timurlaut Palu |
Dirasakan (MMI) : II - III Palu, |
|
|