|
Berita
TINGKAT KEASAMAN (pH) AIR HUJAN DI INDONESIA (MARET 2010)
[14/4/2010]
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.
Pada bulan Maret 2010, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 26 (duapuluh enam) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 17 (tujuhbelas) kota (Angkasa Pura-Jayapura, Bandung, Banjarbaru-Banjarmasin, BMKG Jakarta, Darmaga-Bogor, Denpasar, GAW Kototabang-Sumatera Barat, Karang Ploso-Malang, Maros-Makasar, Sampali-Medan, Selaparang-Mataram, Semarang, Siantan-Pontianak, St.Thaha-Jambi, Tangerang, Tjilikriwut-Palangkaraya, dan Winangun-Manado) berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 17 (tujuhbelas) kota tersebut bersifat asam.
Tingkat keasaman air hujan di 9 (sembilan) kota lainnya (Branti-Lampung, Cisarua-Bogor, Juanda-Surabaya, Kayuwatu-Manado, Kenten-Palembang, Patimura-Ambon, Pulau Baai-Bengkulu, Samratulangi-Manado, dan Temindung-Samarinda) menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).
Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

|
|
|
|
|
Peta
Peringatan Bahaya
10 September 2010
Tidak ada peringatan Bahaya
GempaBumi Terkini
09-Sep-10 14:42:36 WIB
|
Lokasi :6.08 LS-125.88 BT
Kedalaman : 516 Km
|
278 km TimurLaut DILI-TIMORLESTE tidak berpotensi TSUNAMI
|
Gempa Dirasakan
| Tanggal | 08/09/2010-00:22:30 WIB |
| Kekuatan | 4.7 SR |
| Kedalaman | 10 Km |
| Lokasi | 0.7 LS 119.97 BT |
Keterangan : Pusat gempa berada di darat 24 km Timurlaut Palu |
Dirasakan (MMI) : II - III Palu, |
|
|