|
Berita
TINGKAT KEASAMAN (pH) RATA-RATA AIR HUJAN BULAN OKTOBER DAN NOPEMBER 2009
[29/1/2010]
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.
Pada bulan Oktober 2009, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 25 (duapuluh lima) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 23 (duapuluh tiga) kota (Angkasa Pura-Jayapura, Bandung, Banjarbaru-Banjarmasin, BMKG Jakarta, Branti-Lampung, Cisarua-Bogor, Darmaga-Bogor, GAW Kototabang-Sumatera Barat, Karang Ploso-Malang, Kayuwatu-Manado, Kenten-Palembang, Patimura-Ambon, Sampali-Medan, Selaparang-Mataram, Semarang, Siantan-Pontianak, ST.Thaha, Supadio-Pontianak, Tangerang, Temindung-Samarinda, Tjilikriwut-Palangkaraya, dan Winangun-Manado ) berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 23 (duapuluh tiga) kota tersebut bersifat asam.
Tingkat keasaman air hujan di 2 (dua) kota lainnya (Maros-Makasar, dan Pulau Baai-Bengkulu) menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).
Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Pada bulan Nopember 2009, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 23 (duapuluh tiga) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 20 (duapuluh) kota (Angkasa Pura-Jayapura, Bandung, BMKG Jakarta, Branti-Lampung, Darmaga-Bogor, Denpasar, GAW Kototabang-Sumatera Barat, Karang Ploso-Malang, Kenten-Palembang, Maros-Makasar, Patimura-Ambon, Pulau Baai-Bengkulu, Sampali-Medan, Selaparang-Mataram, Semarang, Siantan-Pontianak, Tangerang, Temindung-Samarinda, Tjilikriwut-Palangkaraya, dan Winangun-Manado ) berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 20 (duapuluh) kota tersebut bersifat asam.
Tingkat keasaman air hujan di 3 (tiga) kota lainnya (Banjarbaru-Banjarmasin, Cisarua-Bogor, dan Samratulangi-Manado) menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).
Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
|
|
|
|
|
Peta
Peringatan Bahaya
07 September 2010
Tidak ada peringatan Bahaya
GempaBumi Terkini
07-Sep-10 07:57:22 WIB
|
Lokasi :7.00 LS-103.33 BT
Kedalaman : 10 Km
|
211 km BaratDaya KRUI-LAMPUNG tidak berpotensi TSUNAMI
|
Gempa Dirasakan
| Tanggal | 06/09/2010-00:34:19 WIB |
| Kekuatan | 5.4 SR |
| Kedalaman | 30 Km |
| Lokasi | 0.59 LS 127.47 BT |
Keterangan : Pusat gempa berada di darat 5 km Timur Laut Labuha |
Dirasakan (MMI) : III - IV Labuha, |
|
|