KOMPOSISI KIMIA AIR HUJAN BULAN OKTOBER, NOPEMBER DAN DESEMBER 2008
[11/3/2009]
pH
Hasil analisis air hujan untuk bulan Oktober sampai Desember 2008menunjukkan bahwa pH rata-rata berkisar
antara 4,49 – 6,21.pH rata-rata
tertinggi terjadi bulan Oktober di stasiun BMG Pusat.pH rata-rata terendah terjadi bulan Nopember
di Semarang. Analisis pH air hujan menunjukkan telah terjadi hujan asam di
sebagian tempat di Indonesia.Berdasarkan
standar WMO, pH normal air hujan berkisar pada pH 5,6.Hujan asam terjadi bila pH air hujan kurang
dari 5,6.Hasil lengkap dapat dilihat
pada Gambar 1.
Gambar 1.Rata-rata pH Air Hujan
bulan Oktober, Nopember dan Desember 2008
DAYA HANTAR
Rata-rata nilai konduktivitas untuk bulan Oktober sampai Desember 2008
berkisar antara 3,50 s/d 40,70 mho/cm.Rata-rata konduktivitas tertinggi terjadi bulan Nopember di Semarang dan
terendah terjadi bulan Oktober di GAW Bukit Kototabang Bukittinggi.
Perbandingan nilai konduktivitas pada tiap stasiun dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Rata-rata konduktifitas air hujan bulan Oktober,
Nopember dan Desember2008
Ca2+(KALSIUM)
Hasilanalisis untuk Ca2+(kalcium)
menunjukkan nilai rata-rata berkisar antara 0,0858 s/d 9,9793 mg/l. Nilai
pengamatan tertinggi terjadi bulan Oktober di Panakukang, terendah terjadi bulan
Desember di Branti. Perbandingan nilai Ca2+ untuk tiap-tiap stasiun
dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3.Rata-rata Kalsium Air Hujan Bulan Oktober, Nopember dan Desember 2008
Mg2+ (MAGNESIUM)
Hasilanalisis
untuk Mg2+ (magnesium) menunjukkan nilai rata-rata berkisar antara 0,0229 s/d 0,7919
mg/l. Nilai pengamatan tertinggi terjadi bulan Oktober di Temindung
(Banjarmasin) dan terendah bulan Oktober di GAW Bukit Kototabang Bukittinggi dan bulan
Nopember di Stasiun Kenten Palembang.Perbandingan nilai Mg2+ untuk tiap-tiap stasiun dapat dilihat
pada Gambar4.
Gambar 4.Rata-rata Magnesium Air Hujan Bulan Oktober, Nopember danDesember 2008
Na+
(NATRIUM)
Hasilanalisis untuk Na+
(Natrium) menunjukkan nilai rata-rata berkisar antara 0,0912 s/d 2,3376 mg/l. Nilai
pengamatan tertinggi terjadi bulan Oktober di Denpasar dan terendah terjadi
bulan Oktober di GAW Bukit Kototabang. Perbandingan nilai Na+ untuk
tiap-tiap stasiun dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5.Rata-rata Natrium Air Hujan Bulan Oktober, Nopember dan Desember 2008
K+ (KALIUM)
Hasilanalisis
untuk K+ (Kalium) menunjukkan nilai rata-rata berkisar antara 0,0286 s/d
1,2245.Nilai pengamatan tertinggi
terjadi bulan Nopember di Siantan dan nilai pengamatan terendah terjadi bulan Desember
di BMG Kemayoran.Perbandingan nilai K+ untuk
tiap-tiap stasiun dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6.Rata-rata Kalium Air Hujan Bulan Oktober, Nopember dan Desember 2008
NH4+
(AMONIA)
Hasilanalisis untuk NH4+
(Amonia) menunjukkan nilai rata-rata berkisar antara 0,0171 s/d 1,9319 mg/l. Nilai rata-rata
tertinggi terjadi bulan Oktober di Stasiun Pulau Baai dan terendah terjadi bulan
Oktober di Bandung.Perbandingan nilai
NH4+ untuk tiap-tiap stasiun dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7.Rata-rata Amonium Air Hujan Bulan Oktober, Nopember
dan Desember 2008
Cl- (KLORIDA)
Nilai rata-rata hasil analisis untuk Cl- (Klorida) berkisar antara 0,072 s/d 5,88 mg/l. Nilai
tertinggi bulan Nopember di Semarang, terendahterjadi bulan Desember di Sampali Medan. Perbandingan nilai Cl- untuk
tiap-tiap stasiun dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8.Rata-rata Klorida Air Hujan Bulan Oktober, Nopember
dan Desember 2008
SO42-
(SULPHAT)
Hasilanalisis untuk SO42-
(Sulphat) menunjukkan nilai rata-rata berkisar antara 0,22 s/d 3,59 mg/l. Nilai pengamatan
tertinggi terjadi bulan Nopember di Sampali Medan, terendah terjadi bulan Nopember
di Pulau Baai Bengkulu.Perbandingan
nilai SO42- untuk tiap-tiap stasiun dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9.Rata-rata Sulphat Air Hujan Bulan Oktober,Nopember
dan Desember 2008
NO3- (NITRAT)
Nilai rata-rata hasil analisis untuk NO3- (Nitrat) berkisar
antara 0,00 s/d 4,19 mg/l. Nilai tertinggi terjadi bulan Oktober di Bandung, terendahterjadi bulan Oktober di Jayapura dan bulan Desember di Siantan.
Perbandingan nilai NO3- untuk tiap-tiap stasiun dapat
dilihat pada Gambar 10.
Gambar 10.Rata-rata Nitrat Air Hujan Bulan Oktober,Nopember,
dan Desember 2008
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Ra...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Ra...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Ra...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tiga puluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic R...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tiga puluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic R...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tiga puluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic R...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Ra...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Ra...Selengkapnya
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 31 (tigapuluh satu) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Ra...Selengkapnya
Laboratorium Kualitas Udara telah menganalisa kandungan kimia di dalam air hujan untuk sampel air hujan bulan Juni 2008 sebanyak 17 sampel air hujan. Tingkat keasaman paling tinggi tercatat di kota ba...Selengkapnya
Peta
Peringatan Bahaya
07 September 2010
Tidak ada peringatan Bahaya
Cuaca Hari Ini
07 September 2010
Medan
Hujan Ringan
23 - 34 oC
Samarinda
Hujan Sedang
24 - 31 oC
Manado
Hujan Ringan
23 - 32 oC
Jayapura
Hujan Ringan
23 - 31 oC
Denpasar
Hujan Ringan
25 - 31 oC
Jakarta
Hujan Ringan
24 - 32 oC
GempaBumi Terkini
07-Sep-10 07:57:22 WIB
Lokasi :7.00 LS-103.33 BT
Kedalaman : 10 Km
211 km BaratDaya KRUI-LAMPUNG tidak berpotensi TSUNAMI
Gempa Dirasakan
Tanggal
06/09/2010-00:34:19 WIB
Kekuatan
5.4 SR
Kedalaman
30 Km
Lokasi
0.59 LS 127.47 BT
Keterangan : Pusat gempa berada di darat 5 km Timur Laut Labuha