GERHANA BULAN SEBAGIAN 4 JUNI 2012


Pada tanggal 4 Juni 2012 akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang dapat diamati dari sebagian besar wilayah Amerika, Samudra Pasifik, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara serta sebagian kecil Asia Selatan bagian Timur. Sementara pengamat di Asia bagian Barat, Afrika dan Eropa tidak dapat menyaksikannya. Pengamat di Amerika dapat mengamati gerhana pada saat Bulan akan terbenam, sehingga prosesi akhir gerhana tidak akan teramati. Sementara pengamat di wilayah Pasifik, sebagian besar Australia bagian Timur dan Papua dapat mengamati keseluruhan prosesi gerhana. Adapun pengamat di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara serta Asia Selatan bagian Timur akan mengamati gerhana pada saat bulan akan terbit, sehingga prosesi awal gerhana tidak akan teramati. Terkecuali di bagian Timur Papua, pengamat di sebagian besar wilayah Indonesia tidak akan dapat mengamati proses awal gerhana ini karena gerhana sedang berlangsung pada saat Bulan terbit.

Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya.

Informasi :
Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG
Gedung Operasional Baru Lt. 2
Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720
Telepon : +62-21-4246321 ext. 3209
Email :gtw@bmkg.go.id
::: @xf


  » Informasi lainnya...

HASIL RUKYAT HILAL PENENTU AWAL JUMADAL ULA 1437 H [11/2/2016]
Pada tanggal 9 Februari 2016 Tim BMKG telah melakukan rukyat Hilal penentu awal Jumadal Ula 1437 H di 16 lokasi yang tersebar di Indonesia. Proses rukyat hilal ini dapat diakses oleh masyarakat luas secara langsung di http://media.bmkg.go.id/hilal. Dari semua lokasi pengamatan tersebut, Hilal teramati dari tiga lokasi rukyat, yaitu Ambon, Makassar, dan Kupang.


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 9 FEBRUARI 2016 (PENENTU AWAL BULAN JUMADAL ULA 1437 H) [3/2/2016]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 9 Februari 2016 (Penentu awal bulan Jumadal Ula 1437 H). Informasi yang disampaikan disini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari, 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia,3. Peta Ketinggian Hilal, 4. Peta Elongasi, 5. Peta Umur Bulan,6. Peta Lag, 7. Peta Fraksi Illuminasi,8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


GERHANA MATAHARI TOTAL 9 MARET 2016 [1/2/2016]
Gerhana Matahari adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tanggal 9 Maret 2016 diprediksi terjadi Gerhana Matahari Total, yang jalur totalitasnya melewati 45 kota di 12 provinsi di Indonesia. Pada informasi berikut ditampilkan peta gerhana yang melewati Indonesia, peta gerhana di setiap provinsi berupa peta magnitudo gerhana. Selain itu ditampilkan juga data gerhana di 45 kota yang terlewati jalur totalitas dan data gerhana di lebih dari 500 kota kabupaten di seluruh Indonesia.


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 10 DAN 11 JANUARI 2016 (PENENTU AWAL BULAN RABIUL AKHIR 1437 H) [7/1/2016]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 10 dan 11 Januari 2016 (Penentu awal bulan Rabiul Akhir 1437 H). Informasi yang disampaikan disini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari, 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia,3. Peta Ketinggian Hilal, 4. Peta Elongasi, 5. Peta Umur Bulan,6. Peta Lag, 7. Peta Fraksi Illuminasi,8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2016 [31/12/2015]
Bentuk orbit Bulan saat Bulan mengelilingi Bumi adalah ellips. Akibatnya pada suatu saat Bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi, yang disebut perigee, dan pada saat lain akan berada pada posisi terjauh dari Bumi, yang disebut apogee. Periode revolusi Bulan pada bidang orbitnya dihitung dari posisi perigee ke apogee dan kembali ke perigee disebut sebagai periode anomalistik, yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 27,55455 hari (27 hari 13 jam 18 menit 33 detik).


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 11 DAN 12 DESEMBER 2015 (PENENTU AWAL BULAN RABIUL AWAL 1437 H) [7/12/2015]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 11 dan 12 Desember 2015 (Penentu awal bulan Rabiul Awal 1437 H). Informasi yang disampaikan disini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari, 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia,3. Peta Ketinggian Hilal, 4. Peta Elongasi, 5. Peta Umur Bulan,6. Peta Lag, 7. Peta Fraksi Illuminasi,8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 12 NOVEMBER 2015 (PENENTU AWAL BULAN SAFAR 1437 H) [5/11/2015]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 12 November 2015 (Penentu awal bulan Safar 1437 H). Informasi yang disampaikan disini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari, 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia,3. Peta Ketinggian Hilal, 4. Peta Elongasi, 5. Peta Umur Bulan,6. Peta Lag, 7. Peta Fraksi Illuminasi,8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 13 OKTOBER 2015 M (PENENTU AWAL BULAN MUHARRAM 1437 H) [6/10/2015]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 13 Oktober 2015 (Penentu awal bulan Muharram 1437 H). Informasi yang disampaikan di sini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari, 2. Data Hilal dan Matahari untuk Beberapa Kota di Indonesia, 3. Peta Ketinggian Hilal, 4. Peta Elongasi, 5. Peta Umur Bulan, 6. Peta Lag, 7. Peta Fraksi Illuminasi, dan 8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal.


FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2015 [28/9/2015]
Bentuk orbit Bulan saat Bulan mengelilingi Bumi adalah ellips. Akibatnya pada suatu saat Bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi, yang disebut perigee, dan pada saat lain akan berada pada posisi terjauh dari Bumi, yang disebut apogee. Periode revolusi Bulan pada bidang orbitnya dihitung dari posisi perigee ke apogee dan kembali ke perigee disebut sebagai periode anomalistik, yang secara rata-rata ditempuh dalam waktu 27,55455 hari (27 hari 13 jam 18 menit 33 detik).


INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 13 DAN 14 SEPTEMBER 2015 (PENENTU AWAL BULAN DZULHIJJAH 1436 H) [9/9/2015]
Berikut disampaikan informasi Hilal saat Matahari terbenam tanggal 13 dan 14 September 2015 (Penentu awal bulan Dzulhijjah 1436 H). Informasi yang disampaikan disini meliputi: 1. Waktu Konjungsi (Ijtima) dan Waktu Terbenam Matahari, 2. Data Hilal saat Matahari terbenam untuk Beberapa Kota di Indonesia,3. Peta Ketinggian Hilal, 4. Peta Elongasi, 5. Peta Umur Bulan,6. Peta Lag, 7. Peta Fraksi Illuminasi,8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal



Prakiraan Cuaca
14 February 2016
Medan
Hujan Ringan
23 - 33°C
Padang
Berawan
22 - 31°C
Palembang
Hujan Ringan
24 - 33°C
Bengkulu
Hujan Ringan
24 - 32°C
Pontianak
Hujan Sedang
24 - 33°C
Palangkaraya
Hujan Ringan
24 - 34°C
Manado
Hujan Ringan
22 - 31°C
Makassar
Hujan Ringan
24 - 31°C
Ternate
Cerah Berawan
24 - 31°C
Ambon
Hujan Ringan
24 - 32°C
Jayapura
Hujan Ringan
23 - 33°C
Sorong
Berawan
24 - 32°C
Kupang
Hujan Ringan
25 - 32°C
Denpasar
Hujan Sedang
24 - 31°C
Jakarta
Hujan Sedang
23 - 33°C
Bandung
Hujan Sedang
21 - 30°C
Semarang
Hujan Ringan
25 - 31°C
Surabaya
Hujan Sedang
25 - 32°C
Selengkapnya
Gempabumi Terkini
12 Februari 2016 - 17:02:24 WIB


Lokasi :
9.77 LS - 119.34 BT
Kedalaman : 10 Km

14 km BaratDaya SUMBABARAT-NTT
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya