Sekolah Lapang Nelayan: Tingkatkan Peduli Cuaca dan Iklim

  • Judith Marris
  • 01 Mei 2019
Sekolah Lapang Nelayan: Tingkatkan Peduli Cuaca dan Iklim

Jakarta-Rabu, (1/5) BMKG yang diwakili Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok menyelenggarakan Kegiatan Sekolah Lapang Nelayan (SLN) Tahun 2019 yang dimulai pada tanggal 30 April-2 Mei 2019 di Jakarta. Kegiatan kali ini mengusung tema "peduli cuaca dan iklim untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas di laut dan pesisir".

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok , Sugarin, S.Si mengutarakan aktivitas di wilayah pesisir dan perairan yang ada di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat mempunyai tingkat kerentanan yang cukup tinggi akan dampak cuaca dan iklim ekstrim.

Untuk itu, kata Sugarin, Sekolah Lapang Nelayan (SLN) dilakukan untuk mengetahui informasi, dan pengalaman antara BMKG dengan peserta perihal cuaca dan iklim sehingga dapat meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap dampak cuaca dan iklim ekstrim pada kegiatan perikanan dan aktivitas pesisir.

Sebanyak 25 peserta Sekolah Lapang Nelayan (SLN) Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat yang sebagian besar dari pelabuhan perikanan dan dinas perikanan di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, KSOP Muara Angke, UPP Pangandaran, BPBD, Dinas Pariwisata Jakarta Utara dan Kantor Kelurahan yang mewakili masyarakat dan aktivitas pesisir berkunjung ke Kantor Pusat BMKG.

Peserta langsung dibawa ke Stasiun Meteorologi 745 Jakarta, Ruang Operasional Geofisika serta Ruang Operasional Meteorologi untuk mendapatkan pengetahuan terkait cuaca dan gempa.

  • 19 Mei 2019, 13:16:08 WIB
  • 5.0
  • 10 Km
  • 10.31 LS - 119.22 BT
  • 19 Mei 2019, 20:13:07 WIB
  • 4.1
  • 10 Km
  • 1.1 LS 115.83 BT
  • Pusat gempa berada di darat 40 Km Barat Laut Kec. Longkali, Kab.
  • Dirasakan (Skala MMI) : III Batu Sopang, II Bongan,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers