Dr. Widada Sulistya, DEA Bekali Peserta PPRA LVII Lemhanas RI Tahun 2018 Terkait Perubahan Iklim

  • Rozar Putratama
  • 14 Mei 2018
Dr. Widada Sulistya, DEA Bekali Peserta PPRA LVII Lemhanas RI Tahun 2018 Terkait Perubahan Iklim

Jakarta - Senin (14/5) Sebanyak 100 orang peserta Perangkat Kendali Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII LEMHANAS menerima paparan terkait Perubahan Iklim di ruang NKRI gedung Pancagatra.

Tema yang diangkat dalam sudi kelas bidang geografi kali ini "Kebijakan dan Strategi Antisipasi Perubahan Iklim Untuk Ketahanan Nasional". Tema ini diangkat dengan latar belakang sebagaimana Perubahan iklim saat ini menjadi perhatian semua negara di planet bumi, dimana saat ini semua negara dimanapun berada kondisi eknominya tidak bisa terlepas dari perubahan iklim dan dampaknya. Maka dari itu diperlukan Kebijakan dan Strategi Pemerintah guna mengantisipasi dampak perubahan iklim bagi Ketahanan Nasional kita.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Kebijakan Dan Strategi Pemerintah terkait perubahan Iklim, Deputi Bidang Instrumentasi Kalibrasi Dan Rekayasa BMKG Dr. WIdada Sulistya, DEA menyampaikan 4 point outline nya dalam presentasi yakni:

  1. Potensi Kekayaan Indonesia
  2. Potensi Bencana
  3. Adaptasi Perubahan Iklim
  4. Layanan Informasi Cuaca dan Iklim
Dalam paparannya Dr. Widada menjelaskan secara rinci bahwa secara geografis Indonesia berada pada wilayah yang strategis sehingga memiliki kekayaan yang berlimpah, sedangkan di sisi lainnya saat ini kondisi Iklim di Indonesia sedang mengalami perubahan yang nyata dan drastis sekali, ditandai dengan meningkatnya bencana Hidrometeorologi.

Lebih lanjut Dr. Widada menyampaikan "Sebagai langkah mengurangi dampak Perubahan Iklim yang semakin meningkat saat ini, Indonesia memiliki Rencana Aksi Nasional-Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) yang merupakan bagian dari kerangka pembangunan nasional Indonesia".

Sebelum mengakhiri paparannya Dr. Widada menjelaskan bahwa "Tujuan utama dari adaptasi perubahan iklim dalam RAN-API adalah terselenggaranya sistem pembangunan yang berkelanjutan dan memiliki ketahanan (resiliensi) tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Tujuan utama tersebut akan dicapai dengan membangun ketahanan ekonomi, ketahanan tatanan kehidupan, baik secara fisik, maupun ekonomi dan sosial, dan menjaga ketahanan ekosistem serta ketahanan wilayah khusus seperti pulau-pulau kecil untuk mendukung sistem kehidupan masyarakat yang tahan terhadap dampak perubahan iklim.

 

  • 15 Okt 2018, 23:26:49 WIB
  • 5.4
  • 25 Km
  • 3.91 LU - 95.76 BT
  • 15 Okt 2018, 23:26:49 WIB
  • 5.4
  • 25 Km
  • 3.91 LU 95.76 BT
  • Pusat gempa berada di laut 74 km Barat Daya Kab Aceh Barat
  • Dirasakan (Skala MMI) : III Banda Aceh, III Nagan Raya,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual