Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan INDONESIA (Vol.8 - November 2017)

  • Mohammad Ridwan
  • 14 Nov 2017
Buletin Pemantauan Ketahanan Pangan INDONESIA (Vol.8 - November 2017)

KESIMPULAN DARI EDISI NOVEMBER:

Iklim

Selama musim kemarau, Indonesia mengalami kondisi hujan di atas dan di bawah normal. Sebagian wilayah Indonesia terkena dampak kejadian banjir dan tanah longsor yang tinggi, namun Indonesia bagian selatan mengalami hari tanpa hujan yang panjang sehingga menyebabkan kekeringan. Pada bulan Oktober, sebagian besar wilayah memasuki musim hujan, namun beberapa wilayah tetap mengalami kekeringan seperti di NTT dan NTB.

Mengingat curah hujan yang rendah di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk pulau Jawa yang merupakan sentra produksi beras nasional, maka luas tanam padi di musim kemarau khususnya di bulan September lebih rendah dari luas tanam rata-rata. Dalam tiga bulan ke depan, diprediksi akan terjadi curah hujan normal dan diatas normal yang merupakan kondisi yang menunjang untuk penanaman tanaman, akan tetapi juga meningkatkan risiko kejadian banjir dan tanah longsor yang dapat menyebabkan kerugian dan kerusakan.

Fokus Khusus: Buah dan Sayur

Yang cukup mengejutkan, meski produksi buah dan sayur melimpah, konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia belum memadai. Berdasarkan data BPS, konsumsi buah dan sayur 5 tahun terakhir mengalami penurunan, tingkat konsumsinya sekarang ini mencapai kurang dari setengah tingkat konsumsi yang direkomendasikan. Produksi buah dan sayur sekarang ini dapat mencukupi kebutuhan konsumsi, namun produksi harus meningkat secara signifikan (untuk sayuran pada khususnya), jika nantinya penduduk Indonesia Indonesia mengkonsumsi buah dan sayur sesuai yang direkomendasikan. Hal ini merupakan kesempatan bagi petani hortikultura untuk memenuhi permintaan, terutama dalam mengatasi efisiensi rantai pasokan. Dalam hal akses terhadap buah dan sayur, penduduk yang miskin justru konsumsi buah dan sayurnya lebih sedikit daripada orang yang tidak miskin. Selain itu, terdapat kesenjangan konsumsi yang melebar antara penduduk miskin dengan yang tidak miskin dalam periode 5 tahun terakhir, dimana tingkat konsumsi penduduk miskin menurun dengan cepat, sementara hal ini tidak terlihat pada kelompok pengeluaran tingkat menengah dan atas. Hal ini menunjukkan keterjangkauan merupakan penghalang utama untuk konsumsi buah dan sayur yang memadai bagi penduduk miskin di Indonesia. Meski begitu, bahkan penduduk Indonesia yang lebih sejahtera masih belum makan cukup banyak buah dan sayuran.

REKOMENDASI:

Iklim:

  • Kesiapsiagaan menghadapi banjir dan tanah longsor mengingat sebagian besar wilayah memasuki musim hujan
Buah dan sayur:
  • Memastikan penduduk miskin Indonesia memiliki akses ke buah dan sayur melalui mekanisme jaring pengaman sosial yang ada contohnya BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)
  • Meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur
  • Memastikan tersedianya data pasokan dan kebutuhan buah dan sayur yang handal untuk meningkatnya pemantauan


- Klik tautan ini jika PDF di atas tidak muncul.

  • 22 Nov 2017, 08:11:23 WIB
  • 5.5 SR
  • 77 Km
  • 0.31 LU - 124.52 BT
  • 45 km Tenggara BOLAANGMONGONDOWTMR-SULUT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →
  • 22 Nov 2017, 08:11:23 WIB
  • 5.5 SR
  • 77 Km
  • 0.31 LU 124.52 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 45 km Tenggara BOLAANGMONGONDOWTMR
  • Dirasakan (Skala MMI) : III - IV Limboto, III - IV Bone Bolango, II Minahasa Utara,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual