BMKG Jajaki Kerjasama Dengan BRG

  • Murni Kemala Dewi
  • 02 Agu 2019
BMKG Jajaki Kerjasama Dengan BRG

Jakarta, 1 Agustus 2019 / Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead mengunjungi kantor BMKG dalam rangka penjajakan kerjasama antara BMKG dan BRG. Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati bersama Sekretaris Utama BMKG, Dwi Budi Sutrisno. Kunjungan dimulai dengan melihat ruang operasional Climate Early Warning System (CEWS). Di ruangan ini, Kepala BRG diperlihatkan produk-produk klimatologi yang dimiliki oleh BMKG.

Setelah dari CEWS, Kepala BRG diajak mengunjungi ruang operasional Meteorologi Early Warning System (MEWS). Kepala BRG menunjukan ketertarikannya terhadap pengamatan cuaca serta pemantauan hot spot yang dimiliki oleh BMKG. Pemantauan hotspot ini digunakan untuk memberikan peringatan awal terhadap potensi-potensi daerah yang rawan terbakar. Dengan adanya produk hotspot milik BMKG maka pemantauan potensi kebakaran lahan gambut dapat dideteksi.

Kepala BRG sangat antusias melihat produk-produk yang dimiliki oleh BMKG dan berharap dapat melakukan kerjasama dengan BMKG dalam hal pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika untuk mendukung upaya restorasi ekosistem gambut di Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa gambut dan iklim memiliki hubungan yang erat. Karena jika terjadi kebakaran di lahan gambut maka karbon akan lepas ke atmosfer dan akan menyebabkan mitigasi perubahan iklim menjadi lebih berat.

Gambut tropis di Indonesia merupakan ekosistem penyimpan karbon selama ribuan tahun. Sedikit saja kerusakan pada gambut akibat pembersihan dan pembakaran, maka karbon akan terlepas ke atmosfer dan menjadi karbondioksida (CO2).

Sementara itu, Kepala BMKG menyambut baik keinginan yang disampaikan oleh Kepala BRG dan menyampaikan bahwa selain kerjasama antar lembaga (BMKG dan BRG), penjajakan kerjasama juga dapat dilakukan dengan multi-partner lainnya dalam rangka penyebaran pengawasan potensi kebakaran dan kekeringan di seluruh Indonesia. Dengan mengajak semua partner yang ada, maka jangkauan pengawasan akan semakin luas sehingga data yang didapatkan akan semakin akurat.

Selain MEWS dan CEWS, Kepala BRG juga diajak untuk mengunjungi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) serta menyempatkan diri melakukan simulasi gempa di ruang simulator gempa BMKG

 

Gempabumi Terkini

  • 08 Desember 2019, 10:46:16 WIB
  • 2.8
  • 10 km
  • 3.38 LS - 128.42 BT
  • Pusat gempa berada di darat 8 km tenggara Kairatu-Seram Bagian Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 8 km tenggara Kairatu-Seram Bagian Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers