BMKG Ajak Peneliti Joint Research Inovasi 5.0

  • Murni Kemala Dewi
  • 20 Jul 2018
BMKG Ajak Peneliti Joint Research Inovasi 5.0

Jakarta, Juli 2018 / BMKG saat ini sedang giat-giatnya menerapkan pelaksanaan teknologi peringatan dini 4.0 yang merupakan sebuah sistim peringatan dini yang berdasarkan big data analytic, internet of things dan artificial intelligence. Namun hal ini tidak menghentikan ambisi BMKG untuk melakukan research yang lebih advance untuk meningkatkan kemampuan pemberian peringatan dini pada masyarakat. Pada Kongres Teknologi Nasional 2018 yang diadakan oleh BPPT, Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D yang diundang sebagai pembicara, menyampaikan bahwa BMKG mengajak seluruh peneliti untuk melakukan joint research dalam menerapkan inovasi teknologi 5.0.

"Teknologi itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya human touch. Harus ada aspek sosial yang bisa membumbui teknologi tersebut hingga bisa memitigasi kondisi sosial politik yang tidak menentu. Oleh karena itu BMKG ingin menawarkan kesempatan untuk melakukan joint research pada semua peneliti untuk menciptakan sebuah human technology yang bisa membantu meningkatkan ketepatan dalam pemberian informasi peringatan dini pada masyarakat" ucap Kepala BMKG dihadapan para peserta Kongres.

Kepala BMKG menawarkan kesempatan pada para peneliti untuk menggunakan data-data yang dimiliki oleh BMKG. BMKG memiliki segudang data, namun data-data tersebut membutuhkan keahlian dari para peneliti untuk bisa mengolahnya menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat untuk berbagai kepentingan.

"Untuk mencapai pembangunan infrastruktur yang aman dan cerdas serta tercapainya Smart Disaster Risk Reduction, maka inovasi teknologi adalah sebuah keharusan yang harus berfokus pada impact base forecasting untuk weather ready dan smart climate, big data analytic, internet of things, artificial intelligence, crowd sourcing, satelit yang diperuntukan untuk memonitor bencana, socio-entrepreneur, penta-helix partnership dan inovasi teknologi dalam memitigasi bencana"tambah Kepala BMKG.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BMKG juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat BMKG akan mengeluarkan sebuah sistim peringatan dini yang berbasis big data dan artificial intelligence.

"BMKG saat ini sedang menyiapkan sebuah lompatan dalam sistim peringatan tsunami yang awalnya 5 menit menjadi 3 menit. Walau hanya berkurang 2 menit, namun hal ini akan sangat berharga untuk memberikan waktu pada masyarakat dalam mempersiapkan diri saat terjadinya potensi bencana tsunami. Hal ini bisa dilaksanakan karena adanya big data analytic, internet of things dan artificial intelligence" tegas Kepala BMKG.

  • 21 Okt 2018, 01:51:59 WIB
  • 5.3
  • 92 Km
  • 5.18 LU - 126.56 BT
  • 21 Okt 2018, 11:28:59 WIB
  • 4.5
  • 10 Km
  • 1.28 LS 120.47 BT
  • Pusat gempa berada di darat 34km barat Poso
  • Dirasakan (Skala MMI) : III Tambarana,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual