Analisis Cuaca Ekstrem Angin Puting Beliung di Cilacap (11 Maret 2017)

  • 17 Mar 2017
  • EUSEBIO ANDRONIKOS SAMPE (PMG Pelaksana Sta. Met. Kelas III Moanamani - Nabire BMKG)

CILACAP (wartamerdeka.net) - Hujan disertai angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (11/03/2017) pukul 16.30 WIB, menumbangkan sedikitnya ratusan pohon, baik Pinus maupun Mahoni Aprika (Autheuca) di kawasan hutan Bakung-Cipodol, wilayah BKPH Majenang, RPH Cimanggu, Cilacap, Jateng. Hal itu berdasarkan informasi dari Kepala BKPH Majenang, Agung Heru Sasongko dalam pesan singkatnya kepada wartamerdeka. Lebih lanjut, Agung yang terus melakukan inspeksi di lokasi sampai sore tersebut menginformasikan bahwa kejadian tersebut berawal dari hujan lebat disertai angin puting beliung pada pukul 16.30 WIB di wilayah Cimanggu, tepatnya Dusun Bakung, Cipodol (Rt 01/06 ), Desa Cilempuyang, Kecamatan Cimanggu, Kab Cilacap,Jateng. Kejadian tersebut masuk wilayah kelola Perum Perhutani BKPH Majenang, RPH Cimanggu.

Artikel Lainnya

Curah hujan mempunyai nilai variasi sangat tinggi sehingga jauh lebih sulit untuk diprakirakan. Maka dari itu perlu adanya kajian tentang varibilitas curah hujan di suatu wilayah, sehingga selanjutnya dapat dijadikan dasar untuk memprakirakan pada waktu yang akan datang. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data curah hujan bulanan selama periode 1981-2010 dari pos hujan Stasiun Meteorologi Mutiara Palu. Analisis menggunakan beberapa metode statistik untuk klimatologi yang umum digunakan oleh beberapa negara sesuai ketentuan World Meteorological Organization (WMO). Periode rata-rata yang digunakan adalah normal 10 tahunan dan standar normal 30 tahunan, kemudian dilakukan uji Mann-Kendall’s untuk mengetahui ada tidaknya kecenderungan pada series data curah hujan di Stasiun Meteorologi Mutiara Palu. Terjadi pergeseran hujan maksimum dari bulan Juli ke April untuk periode 2001-2010.Variasi hujan bulanan tertinggi terjadi pada Agustus dan variasi hujan mulai meningkat pada periode Juni, Juli, Agustus (JJA). Curah hujan maksimum tertinggi bernilai 244 mm/bulan terjadi pada tahun 1996. Frekuensi curah hujan terbanyak adalah curah hujan dengan kategori sangat ringan dan mulai muncul beberapa kejadian curah hujan dengan kategori lebat-sangat lebat dalam 2 periode terakhir 10 tahunan. Stasiun Meteorologi Mutiara Palu mempunyai pola curah hujan tipe lokal dengan rata-rata curah hujan dibawah 150 mm/bulan dengan puncak hujan terdapat pada bulan Juli. Secara keseluruhan terjadi kecenderungan peningkatan jumlah curah hujan maupun banyaknya hari hujan di Stasiun Meteorologi Mutiara Palu.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada pertengahan bulan November 2017 di wilayah Lombok Timur bagian selatan menyebabkan terjadinya bencana banjir akibat Bendungan Pandandure di Kecamatan Sakra, Lombok Timur over kapasitas. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan 5 anak sungai yang mengisi Bendungan Pandandure meluap. Kejadian banjir ini merupakan yang pertama kali terjadi terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Timur bagian selatan. Data curah hujan juga menunjukkan adanya curah hujan ekstrem yang tercatat di Pos Keruak (wilayah terdampak banjir) sebesar 168 mm/hari. Hujan ekstrem ini juga merupakan yang pertama kalinya terjadi, karena normalnya wilayah Lombok Timur bagian selatan ini merupakan daerah yang kering, bahkan di musim hujan sekalipun.

Cuaca ekstrim Angin puting beliung yang terjadi di Desa Brajaasri, Kec.Way Jepara Kab.Lampung Timur pada hari selasa tanggal 14 Nopember 2017 sekitar pukul 14.30 WIB, menyebabkan satu roboh dan puluhan rumah rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut tetapi kerugian materi yang cukup besar. Dari info dilapangan sebelum kejadian terlihat banyak awan-awan gelap yang mengumpul, udara mendadak sangat dingin, petir dan kilat terdengar yang diikuti hujan. kemudian dari bawah awan muncul angin yang berbentuk corong turun. Kemudian banyak warga masyarakat panik berlarian, berteriak saat melihat banyak puing-puing rumah dan pohon yang terangkat keatas dan berputar, sumber : www.lampost.co.lihat lampiran III hal.13. Kondisi Topografi Kec.Way Jepara yang merupakan daerah pesisir timur, dimana berbatasan langsung dengan laut jawa Sehingga kondisi cuacanya sangat cepat berubah, lihat lampiran II hal.12. Berdasarkan Analisa SATAID diketahui suhu puncak awan Cb mencapai -73,5 derajat C,ini berarti kategori jenis Awan Cb yang sangat kuat, kemudian dari historis pertumbuhan awan terlihat adanya aktivitas signifikan pada jam 05 s.d 09 UTC, dari time series awan Cb kita dapat melihat perkembangan awan, mulai dari tahap tumbuh, dewasa dan punah awan diatas wilayah Kec. Way jepara. Pada saat kejadian diketahui bahwa pengaruh cuaca skala lokal yang kuat dan diperkuat adanya shearlines atau belokan angin disebelah timur Lampung memberikan pengaruh kuat dalam pembentukan awan Cb Tunggal penyebab kejadian puting beliung.

Sejumlah rumah warga di desa Kuala Dua di Rt 12,27 Rw 01 terendam banjir. Rata - rata ketinggian air mencapai betis sampai lutut orang dewasa. Runway Bandara Supadio digenangi air yang menyebabkan terhambatnya aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

Kejadian banjir di SMP 28 Batam dan sejumlah komplek perumahan di kota Batam pada 14 November 2017. (Sumber : kompas.com, batam.tribunnews.com)

Telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat di wilayah Kubu Raya pada tanggal 11 November 2017 khususnya di wilayah Bandara SUpadio dan sekitarnya. Faktor skala global yang dominan mempengaruhi terjadinya hujan sangat lebat tersebut yaitu hangatnya suhu muka laut dan anomali suhu muka laut yang positif di wilayah Kalbar. Faktor skala sinoptik yang dominan mempengaruhi terjadinya hujan sangat lebat tersebut yaitu adanya sirkulasi Eddy di wilayah Kalimantan yang dapat memicu terbentuknya awan-awan konvektif khususnya di wilayah Kalbar.

Hujan dengan intensitas lebat disertai petir pada tanggal 02 November 2017 yang menyebabkan genangan air di jalan dan tinggi air di parit-parit meningkat.

Dari sejumlah bencana banjir dan longsor yang terjadi, dapat diketahui bahwa penyebab utama adalah faktor meteorologis unsur curah hujan terutama intensitas hujan, distribusi hujan, dan durasi hujan. Faktor lain penyebab banjir adalah sifat-sifat fisis dari permukaan tanah, kandungan air tanah, dan permukaan tanah(tanah gundul, tanah yang ditumbuhi tanaman-tanaman dan lain-lain). Kondisi Iklim di wilayah Lampung bagian barat sangat berbeda dengan kabupaten- kabupaten lainnya yang ada di wilayah Provinsi Lampung karena Topografi Lampung bagian Barat memiliki khas tersendiri yaitu diapit oleh Bukit Barisan disebelah Timur dan Samudra Hindia sebelah Barat. Oleh karenanya iklim wilayah Lampung bagian barat dan pesisir bersifat lokal dan sangat mudah berubah dan memiliki potensi terjadinya cuaca ekstrim. Berdasarkan informasi media www.lampost.co lihat Lampiran I hal.10-11, pada tanggal 09 Nopember 2017 telah terjadi cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas lebat yang mengakibatkan ratusan rumah warga di Pekon Mulangmaya dan Rajabasa, Kec.Ngaras Kab.Pesisir Barat, terendam banjir dengan ketinggian 1(satu) meter. Hasil analisis citra satelit dengan aplikasi Soft.SATAID menunjukan terlihat suhu puncak awan Cb mencapai rata-rata -60 s.d -72,5 dan suhu yang sangat dingin ini merupakan kreteria jenis awan Cb yang sangat kuat dan menjulang tinggi, konsentrasi awan di sebagian wilayah Lampung bagian Barat sangat kuat, dan dari data angin 3000 feet, pengaruh tekanan rendah (1005 s.d 1006 mb) di sebelah Barat Lampung menyebabkan terbentuknya konvergensi diatas wialayah Lampung bagian barat sehingga memengaruhi terbentuk pertemuan massa udara di atas wilayah Lampung bagian barat dan mengakibatkan tumbuhnya awan-awan konvektif kuat yang menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan berdurasi lama.

Hujan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017 yang mengakibatkan banjir di Bandara Pongtiku Tana Toraja yang di muat di berita online Kareba Toraja.com. Dari data penakar hujan Stasiun Meteorologi Pongtiku tercatat 29.7 mm pada pengukuran jam 09.00 UTC (jam 17.00 WITA). Hujan terjadi jam 08.00 UTC (16.00 WITA)-09.00 UTC (17.00 WITA). Dari data kriteria hujan yang ditetapkan BMKG bahwa hujan >20 mm/jam dikategorikan dalam kriteria Hujan Sangat Lebat.

Kelembaban minimum yang mencapai 32 persen di wilayah Toraja sangat dipengaruhi faktor global yaitu ENSO Normal, MJO lemah di kuadran 3 serta anomali Suhu muka laut negatif yang berdampak pada minimnya pertumbuhan awan.

  • 22 Nov 2017, 08:11:23 WIB
  • 5.5 SR
  • 77 Km
  • 0.31 LU - 124.52 BT
  • 22 Nov 2017, 08:11:23 WIB
  • 5.5 SR
  • 77 Km
  • 0.31 LU 124.52 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 45 km Tenggara BOLAANGMONGONDOWTMR
  • Dirasakan (Skala MMI) : III - IV Limboto, III - IV Bone Bolango, II Minahasa Utara,
  • Selengkapnya →

Siaran Pers & Info Aktual