Beranda » Jurnal MG » Karya Ilmiah Volume 10 Nomor 1 Juli 2009 Analisa Fraktal Dan Rasio Slip Daerah Bali-NTB Berdasarkan Pemetaan Variasi Parameter Tektonik

Jurnal Meteorologi dan Geofisika
Volume 10 Nomor 1 Juli 2009
Tahun : 2009 Bulan : 7

Analisa Fraktal Dan Rasio Slip Daerah Bali-NTB Berdasarkan Pemetaan Variasi Parameter Tektonik

Bambang Sunardi - bambang.sunardi@bmkg.go.id

Abstrak

Distribusi gempabumi secara tidak langsung dapat dianggap sebagai fraktal dan parameter skalanya biasa dinamakan dimensi fraktal (D). Kegempaan dicirikan oleh parameter tektonik (nilai-b) dan dimensi fraktal (D). Dimensi fraktal berkaitan erat dengan parameter tektonik (nilai-b) dari relasi Gutenberg-Richter : log N =-bM+a. Berdasarkan pemetaan nilai-b, dimensi fraktal dan rasio slip daerah Bali-NTB telah dihitung pada penelitian ini menggunakan katalog NEIC 1973-2008. Nilai-b pada daerah yang terletak antara 6o-12oLS dan 114o-121oBT bervariasi antara 0,7-2.Nilai-b yang rendah terletak disebelah selatan pulau Sumbawa-Sumba dan sebelah utara pulau Lombok-Sumbawa. Dimensi fraktal pada kluster I dan II mendekati 2 yang mengindikasikan bahwa distribusi sumber 2D. Dimensi fraktal pada kluster III mendekati nilai 3 yang mengindikasikan bahwa distribusi sumber 3D. Rasio slip pada kluster I dan II mendekati nilai 0,5 yang mengindikasikan bahwa sekitar 50 % total slip terjadi pada patahan utama. Rasio slip pada kluster III mendekati nilai 0 yang mengindikasikan semua slip terjadi pada patahan-patahan kecil
Kata kunci : Dimensi fraktal, Rasio slip, nilai-b

Abstract

Earthquake distributions are indirectly considered fractal, and the scaling parameter is called fractal dimension (D). Seismicity is characterized by tectonic parameter (b-value) and fractal dimension (D). Fractal dimension is related to the tectonic parameter (b-value) of the Gutenberg-Richter relation : log N =-bM+a. Based on b-value mapping, fractal dimension and slip ratio of Bali-NTB region has been calculated in this research using NEIC catalogue 1973-2008. b-values in those regions which are located between latitudes 6o -12o S and longitudes 114o-121oE vary between 0.7-2. b-values are low in southern Sumbawa-Sumba islands and northern Lombok-Sumbawa islands. Fractal dimensions at cluster I and II are close to 2 which indicate that source distribution was in 2D space. Fractal dimension at cluster III is close to 3 which indicates that source distribution was in 3D space. Slip ratios at cluster I and II are close to 0.5 which reveals that about 50 % of the total slip has occurred on primary fault. Slip ratio at cluster III was close to 0 which reveals that all the slips occur on the smaller faults
Keywords : Fractal dimension, Slip ratio, b-value


Daftar Isi Jurnal Volume 10 Nomor 1 Juli 2009


 

Bookmark and Share
blog comments powered by Disqus
 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika © 2010 - 2014 | Hak cipta dilindungi undang-undang
Kantor Pusat : Jl. Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat - Indonesia , Telp. 021-4246321