PEMAHAMAN HISAB DAN RUKYAT MELALUI SEMINAR JURNAL CLUB


Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG menyelenggarakan Seminar Scientific Jurnal Club dengan tema Pemahaman  Hisab dan Rukyat, Selasa (7/8) di Ruang Serbaguna Gedung Operasional Utama. Acara dibuka  oleh Sekretaris Utama  Dr. Andi Eka Sakya, M.ENG, dan dihadiri Pejabat Eselon I-IV, serta   mengundang pembicara Cecep Nurwendaya, M.Sc dari  anggota BHR Kementrian Agama Planetarium Jakarta.

Topik pertama dalam seminar dibawakan Cecep Nurwendaya dengan tema Seputar Hisab Rukyat menjelang awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1433 H. Dalam presentasinya Cecep menjelaskan, awal Ramadhan 1433 H pada tahun 2012 ini diprediksi berpotensi ada perbedaan pelaksanaan harinya bagi masyarakat di Indonesia. Adanya perbedaan ini dapat terjadi saat posisi hilal penentu awal bulan memiliki tinggi kritis, berada 0 sampai 2 derajat menurut perhitungan Hisab Kontemporer, seperti yang terjadi menjelang awal Ramadhan 1433 H ini, ucap Cecep.

Lebih lanjut cecep menjelaskan bahwa awal Syahwal 1433 H pada tahun 2012 ini diprediksi berpotensi bersamaan harinya dalam melaksanakan Idul Fitri 1433 H.  Sekalipun demikian karena berkaitan dengan dimungkinkan adanya perbedaan pelaksanaan awal Ramadhan 1433 H. maka ada perbedaaan hari pada tanggal  29 Ramadhan sebagai penentu masuknya awal bulan Syahwal, baik pengguna metode Hisab Maupun Rukyat.

Topik kedua dengan tema Hisab dan Rukyat di Indonesia serta Permasalahannya dipresentasikan  Deputi Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi, Drs. Sunarjo, M.Sc . Di Indonesia penentuan awal ketiga bulan qomariah ini selalu menjadi polemik antara umat islam satu dengan lainnya, hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan metode dankriteria yang digunakan serta perbedaan non teknis yang terkait dengan keinginan untuk mempersatukan umat. Walaupun belum berhasil secara maksimal segala cara seperti musyawarah, konsultasi, kajian, pelatihan, observasi bersama dan lain sebagainya sudah ditempuh, demikian ujar Sunarjo.

Pembicara ketiga Kepala Pusat Seismologi teknik, geopotensial dan tanda waktu Drs. Budi Waluyo, Dipl. Seis.  mempresentasikan Penentuan Hisab Rukyat oleh BMKG. Dalam presentasinya Budi Waluyo menjelaskan dasar perhitungan yang digunakan oleh Sub Bidang Gravitasi dan Tanda waktu BMKG adalah algoritma ELP 2000-82B (Untuk posisi bulan) dan VSOP-87 ) untuk posisi matahari), kemudian dipadukan dengan algoritma Meeus (1998) dan Siedelmann (1992), dan hasil dari perhitungan tersebut

dipetakan dalam bentuk Buku Ketinggian Hilal pada setiap awal Bulan Hijriah yang diterbitkan setiap tahun, ucap Budi Waluyo.

::: Humas


  » Informasi lainnya...

SEKOLAH LAPANG IKLIM TAHAP III PROVINSI BALI [15/4/2014]
Dampak perubahan iklim sangat dirasakan oleh masyarakat dunia tidak terkecuali Indonesia, Pertanian salah satu sektor yang menerima dampak tidak ringan. Ancaman penurunan hasil pertanian bahkan sampai gagal panen menjadi momok menakutkan. Salah satunya adalah Pertanian di Provinsi Bali yang dihadapkan pada masalah yang tidak sederhana, faktor cuaca dan iklim yang tidak menentu dapat mempengaruhi ikon Bali sebagai salah satu Sentra pangan nasional.


MEWS AWARD TAHUN 2014 [15/4/2014]
Senin 14 April 2014, di The Mirah Hotel Bogor, Deputi Bidang Meteorologi membuka acara Workshop Cuaca Ekstrim tahun 2014 yang dihadiri oleh Kepala Pusat Meteorologi Publik, Kepala Bidang Informasi Meteorologi publik dan Kepala Bidang Pengelolaan Citra Inderaja.


GEMPABUMI SOLOMON TANGGAL 13 APRIL 2014 KEKUATAN 7.5 TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI DI WILAYAH INDONESIA [13/4/2014]
Gempabumi Solomon berkekuatan 7.5 terjadi di Solomon tanggal 13 April 2014 pukul 19:36:19 WIB 11.43 LS 162.17 BT dengan kedalaman 58 km , untuk gempa ini BMKG tidak mendiseminasikan peringatan dini tsunami.


GEMPABUMI SOLOMON TANGGAL 13 APRIL 2014 KEKUATAN 7.7 TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI DI WILAYAH INDONESIA [13/4/2014]
Gempabumi Solomon berkekuatan 7.7 terjadi di Solomon tanggal 13 April 2014 pukul 03:14:36 WIB 11.25 LS 162.38 BT dengan kedalaman 10 km tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.


GEMPABUMI SOLOMON TANGGAL 11 APRIL 2014 KEKUATAN 7.0 TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI DI WILAYAH INDONESIA [11/4/2014]
Gempabumi Solomon berkekuatan 7.0 terjadi di Solomon tanggal 11 April 2014 pukul 14:07:22 WIB 6.57 LS 155.06 BT dengan kedalaman 43 km tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.


JURNALIS WARGA TENTANG CLIMATE CHANGE ADAPTATION [11/4/2014]
Kamis (10/4), bertempat di Aula Hotel Remaja Masamba, diadakan kegiatan Orientasi Jurnalisme Warga mengenai Climate Change Adaptation (CCA). Kegiatan ini difasilitasi CARE International Indonesia bekerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Andi Jemma Masamba, Palopo Pos, Adira Radio Masamba didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara dan diikuti oleh 30 orang Petugas Penyuluh Lapang (PPL) di Kabupaten Luwu Utara.


KUNJUNGAN KERJA PERWAKILAN DIREKTORAT BINA PENATAGUNAAN KEMENTERIAN PU [10/4/2014]
Kamis (10/4), Kepala BMKG Dr. Andi Eka Sakya M. Eng dan Deputi Bidang Klimatologi Dr. Widada Sulistya, DEA menerima Kunjungan Kerja 19 orang Perwakilan dari Direktorat Bina Penatagunaan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU bertempat di Kantor Pusat BMKG Lantai I Gedung A.


JUMPA PERS TERKAIT GEMPA DI CHILI [8/4/2014]
Gempabumi yang terjadi di chili pada, Rabu (2/4/2014) pada pukul 06.46. WIB dengan kekuatan 8,0 SR pada kedalaman 10 km, dengan episenter 19,61 derajat LS dan 70,83 derajat BB, merupakan gempa tektonik yang diakibatkan oleh penunjaman lempeng kerak lautan pasifik, atau lebih dikenal sebagai lempeng Nazca ke bawah lempeng benua Amerika bagian selatan.


HARI JADI MKG 21 JULI [4/4/2014]
Penetapan hari jadi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika secara Nasional akhirnya resmi di ikrarkan 21 juli di depan para peserta Rakornas oleh Kepala BMKG Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng pada acara penutupan, Jumat (4/4) di Ballroom Krakatau Hotel Mercure.


Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempabumi tanggal 2 April 2014 dengan Kekuatan 8 Skala Richter di Chili dinyatakan Berakhir untuk Wilayah Indonesia [3/4/2014]
Peringatan dini tsunami yang diakibatkan oleh gempabumi besar berkekuatan 8.0 skala richter (SR) terjadi di lepas pantai Chili tanggal 2 April 2014 pukul 06:46:48 WIB 19.61 LS - 70.83 BB dengan kedalaman 10 km berpotensi terjadinya Tsunami di wilayah Indonesia dinyatakan telah berakhir.



Prakiraan Cuaca Indonesia

17 April 2014

Medan

Berawan
23 - 35 °C

Samarinda

Hujan Ringan
25 - 32 °C

Manado

Hujan Ringan
25 - 32 °C

Jayapura

Hujan Sedang
23 - 32 °C

Denpasar

Hujan Ringan
25 - 32 °C

Jakarta

Hujan Sedang
24 - 33 °C
Selengkapnya

Prakiraan Cuaca Indonesia

17 April 2014

Padang

Hujan Ringan
21 - 31 °C

Pontianak

Berawan
23 - 33 °C

Makassar

Hujan Ringan
23 - 32 °C

Ambon

Hujan Ringan
24 - 31 °C

Yogyakarta

Hujan Ringan
23 - 32 °C

Surabaya

Hujan Ringan
25 - 35 °C
Selengkapnya

Gempabumi Terkini Mag ≥ 5.0 SR

17-Apr-14 11:38:19 WIB


Lokasi : 4.43 LU-122.97 BT
Kedalaman : 565 Km
300 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2010 - 2012 | Hak cipta dilindungi undang-undang
Kantor Pusat : Jl. Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat - Indonesia , Telp. +62-21-4246321