![]() |
|
||
|
|
|
♦ Sestama » Humas » Informasi lainnya...
Rabu, (22/2) diselenggarakan seminar Jurnal Club yang dipelopori oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, di Gedung Serbaguna.
Biro Perencanaan BMKG menyelenggarakan kegiatan Rapat Perencanaan Nasional Selasa - Rabu (14-15/2) di ruang Auditorium Gedung Operasional Utama .
Kepala BMKG Dr.Ir Sri Woro B.Harijono,MSc turut serta sebagai pembicara pada acara Sarasehan yang diselenggarakan oleh Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TPSA BPPT)
Kepala BMKG, Dr.Ir Sri Woro B.Harijono, M.Sc diwakili Deputi Bidang Meteorologi, Drs.Tuwamin Mulyono mendapatkan penghargaan Elshinta Awards dari Radio Elshinta pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-44 dan HUT program Elshinta News and Talk yang ke-12 di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (14/2) dihadiri antara lain Menpora, wakil dari Kemenhub, Polri, Staf ahli Kepresidenan, PSSI, PLN dan seluruh anak usaha dari Elshinta Media Grup.
Regional Association V-WMO menghadiri pertemuan dengan sesama Presidents Regional Associations, dan pertemuan Joint Meeting Presidents Regional Associations dan Presidents Technical Commissions dari WMO.
Pusdiklat BMKG menyelenggarakan diklat teknis geofisika potensial dengan jumlah peserta 32 orang dari lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di Citeko Bogor 23-29 Januari 2012
Pusdiklat BMKG menyelenggarakan diklat teknis geofisika potensial dengan jumlah peserta 32 orang dari lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di Citeko Bogor 23-29 Januari 2012.Acara dibuka Kepala BMKG Dr.Ir Sri Woro B.Harijono,MSc didampingi oleh Deputi Geofisika Dr.P.J Prih Harjadi dan beberapa pejabat BMKG Pusat,Selasa(24/1).
Rabu, (11/1) di Lingkungan BMKG diselenggarakan Pelantikan Pejabat, dengan dihadiri Pejabat Eselon I-IV. acara diselenggarakan di Ruang Serbaguna Gedung Operasional Utama.
YOGYAKARTA - Daerah Bantul secara tektonik merupakan salah satu kawasan gempabumi aktif di Indonesia. Sejarah kegempaan Jawa menunjukkan bahwa sejak dahulu, zona Graben Bantul merupakan kawasan yang selalu mengalami kerusakan parah setiap terjadi gempabumi kuat. Gempabumi Bantul 10 Juni 1867 menyebabkan ribuan rumah rusak dan lebih dari 500 orang meninggal. Gempabumi 23 Juli 1943 menyebabkan 15.275 rumah rusak dan lebih dari 213 orang meninggal. Tanggal 27 Mei 2006, zona Graben Bantul kembali diguncang gempabumi tektonik. Meskipun kekuatan gempabumi relatif kecil (Mw6,4), tetapi mengakibatkan lebih dari 6.000 orang meninggal dan 1.000.000 orang kehilangan tempat tinggal.
“Indonesia telah menurunkan 26 % emisi karbon, pada tahun 2010, hal ini merupakan suatu terobosan yang perlu dilakukan kembali kedepannya,”tutur Kepala BMKG, Dr. Ir. Sri Woro B. Harijono, M. Sc pada acara Workshop Nasional Perubahan Iklim, Kamis (15/12) di Hotel Four Seasons.
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika © 2010 - 2012 | Hak cipta dilindungi undang-undang Kantor Pusat : Jl. Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat - Indonesia , Telp. 021-4246321 |