Sarana Teknis » Rekayasa

REKAYASA PERALATAN KLIMATOLOGI KUALITAS UDARA


Salah satu tugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika adalah melaksanakan pemantauan Kualitas Udara; salah satunya adalah pengambilan sampel air hujan untuk di analisis komposisi kimia air hujan yang secara khusus untuk penelitian Deposisi Asam di laboratorium Kualitas Udara BMKG. Untuk itu diperlukan suatu alat penakar hujan sekaligus sebagai pengumpul sampel hujan secara otomatis.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap Luar Negeri maka BMKG baik secara sendiri maupun kerjasama dengan pihak lain berusaha untuk merancang bangun atau membuat kembali peralatan AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLER MGA-02 yang diproduksi oleh Pusat Instrumentasi Rekayasa dan Kalibrasi , dengan Prototipe ARWS 0702 sebagai prototipe awal peralatan.

Karakteristik dari peralatan ini dirancang untuk mengoperasikan penakar hujan secara otomatis untuk menampung atau mengumpulkan sampel air hujan. Peralatan sensor yang akan dipakai ini adalah sangat peka begitu saat hujan terjadi maka motor penggerak akan membuka tutup peralatan pengumpul sampel air hujan secara otomatis yang kemudian sampel selanjutnya dialirkan melalui selang ke botol plastik yang berbahan dasar polyethylene. Sensor ini akan menutup secara otomatis selama tidak ada periode hujan (saat hujan berhenti) yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah terkontaminasinya sampel air hujan oleh polutan yang terbawa saat periode endapan kering ( dry deposition ).

Peralatan AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLER MGA-02 menggunakan Data Logger sebagai konter penghitung curah hujan dimana software yang akan digunakan adalah Microsoft View Basic sebagai software untuk mengakses data dari Data Logger ( dalam bentuk format Microsoft Excel ) ke PC yang dilengkapi dengan Komunikasi kabel RS-232.

Sedangkan untuk mikrokontroler sebagai sistem perangkat keras dari peralatan AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLER MGA-02 digunakan rangkaian Time Delay yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Papan rangkaian elektronik tercetak (PCB/ Print Circuits Boards) sebagai pengontrol Stepper motor serta membuat stimulasi percobaan hasil perancangan dengan sensor utama.

::: @xf


  » Informasi terkait lainnya...

REKAYASA PERALATAN KLIMATOLOGI KUALITAS UDARA [12/11/2010]
Salah satu tugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika adalah melaksanakan pemantauan Kualitas Udara; salah satunya adalah pengambilan sampel air hujan untuk di analisis komposisi kimia air hujan yang secara khusus untuk penelitian Deposisi Asam di laboratorium Kualitas Udara BMKG. Untuk itu diperlukan suatu alat penakar hujan sekaligus sebagai pengumpul sampel hujan secara otomatis.


REKAYASA DIGITAL ACCELEROGRAPH TA 2007 [12/11/2010]
Bidang Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi Peralatan Geofisika BMKG pada tahun 2007 melakukan rekayasa digital accelerograph dengan tujuan meningkatkan kemampuan SDM teknisi geofisika dan mengembangkan serta merekayasa accelerograph digital. Adapun batasan masalahnya adalah rekayasa pembangunan sistem accelerograph, pembuatan software akuisisi dan menampilkan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) serta percepatan tanahnya.



 

Bookmark and Share
web comments powered by Disqus
Prakiraan Cuaca Indonesia
18 Mei 2013

Medan

Hujan Ringan
24 - 35 °C

Samarinda

Hujan Ringan
25 - 33 °C

Manado

Hujan Ringan
23 - 33 °C

Jayapura

Hujan Ringan
23 - 32 °C

Denpasar

Hujan Ringan
23 - 32 °C

Jakarta

Hujan Sedang
24 - 33 °C
Selengkapnya
Prakiraan Cuaca Indonesia
18 Mei 2013

Padang

Cerah Berawan
21 - 31 °C

Pontianak

Hujan Ringan
24 - 32 °C

Makassar

Berawan
24 - 31 °C

Ambon

Hujan Ringan
24 - 31 °C

Yogyakarta

Berawan
24 - 31 °C

Surabaya

Hujan Ringan
25 - 33 °C
Selengkapnya
Gempabumi Terkini Mag ≥ 5.0 SR
16-Mei-13 08:11:28 WIB


Lokasi : 0.01 LS-100.27 BT
Kedalaman : 218 Km
24 km TimurLaut AGAM-SUMBAR
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya
Gempabumi Dirasakan
09/05/2013-20:56:43 WIB
Tanggal 4.8 SR
Kedalaman 99 Km
Lokasi 1.27 LU 128.04 BT
Keterangan
Pusat gempa berada di darat 32 km HALMAHERA UTARA-Maluku utara
Dirasakan (MMI):
II-III Tobelo,
Selengkapnya
Majalah infoBMKG
Hujan Bukan Faktor Utama Banjir

Edisi : 01/2013 Jakarta harus menangis karena dilanda banjir. Beberapa sungai meluap dan banyak rumah warga yang terendam banjir. Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Januari hingga pertengahan Maret bukanlah merupakan faktor utama penyebab banjir, Terdapat beberapa faktor lain yang jadi penyebab banjir.

Selengkapnya