Mengharap Hujan di Penghujung Kemarau

Oleh Tim Pusat Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim
Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG

Beberapa wilayah Indonesia terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara dan Sulawesi bagian selatan akhir-akhir ini telah lebih dari dua bulan berturut-turut tidak mendapat hujan. Kondisi kering mulai dirasakan sejak pertengahan bulan September lalu. Daerah-daerah tersebut memang relatif lebih kering dari daerah di sekitarnya. Kondisi curah hujan rendah terus berlangsung sampai dengan sepuluh hari pertama Oktober 2014. 

Jumlah curah hujan selama kurun waktu sepuluh hari pertama di bulan Oktober ini di seluruh wilayah Indonesia hanya tercatat antara 0 50 mm (rendah).  Bahkan di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua umumnya paling banyak hanya memperoleh hujan sebesar 10 mm saja (sangat rendah) selama periode tersebut, yang jauh lebih rendah dari biasanya. Apabila kondisi ini terus berlangsung sampai dengan beberapa bulan ke depan, tentunya dapat menimbulkan ancaman kekeringan. Periode September dan Oktober bagi wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara pada umumnya masih dalam periode musim kemarau.

Terbatasnya jumlah curah hujan tentu tidak terlepas dari pengaruh dinamika atmosfer dan laut yang terjadi di wilayah Indonesia, termasuk pengaruh global dan regional. Indeks dipole mode yang mempengaruhi suplai uap air dari wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatra ke Indonesia masih berada pada kisaran normal, sementara El Nio di Samudra Pasifik yang turut andil dalam mengurangi pasokan uap air di wilayah Indonesia bagian timur hingga awal Oktober ini juga masih belum menunjukkan eksistensinya. Dinginnya anomali suhu permukaan laut di wilayah perairan sekitar Jawa hingga Nusa Tenggara dan Laut Flores hingga Laut Arafura dapat dijadikan pertanda kurangnya suplai uap air di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Hal ini didukung oleh masih kuatnya angin timuran (monsun Australia) yang bertiup dengan membawa udara yang relatif lebih kering dari Benua Australia ke wilayah kita. Kombinasi dan besaran dari faktor-faktor tersebut diatas menyebabkan kekeringan dan menunda datangnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terutama untuk daerah-daerah yang terletak di selatan khatulistiwa.

Secercah asa agar kondisi ini tidak berlangsung lebih lama tertumpu pada informasi prakiraan awal musim hujan yang diberikan BMKG. Awal musim hujan di wilayah Indonesia sangat bervariasi, bahkan beberapa daerah di Sumatra bagian utara dan Kalimantan bagian utara saat ini sudah ada yang sudah memasuki musim hujan. Umumnya, musim hujan akan mulai masuk dari wilayah Aceh, Sumatra bagian utara, kemudian menjalar ke wilayah Sumatra bag tengah dan selatan, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Meskipun setiap wilayah memiliki awal musim hujan yang berbeda, wilayah Jawa umumnya diprakirakan masuk musim hujan mulai pertengahan November di Jawa bagian barat disusul oleh wilayah Jawa lainnya di bagian tengah dan timurnya. Harapan kita, semoga dengan mulai masuknya musim hujan ini, kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah akan segera berakhir. 

Kondisi ketidakhadiran curah hujan ini hendaknya tidak membuat kita terlena. Sebentar lagi kita akan dihadapkan dengan datangnya musim hujan. Masih cukup waktu untuk memperbaiki drainase, membersihkan lingkungan dan membuat sumur resapan yang merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan sehingga air hujan yang timbul diharapkan dapat kembali mengisi cadangan air tanah, tidak menimbulkan bencana baru dan memberikan berkah bagi kita semua. Semoga

::: Humas


  » Informasi lainnya...

Mengharap Hujan di Penghujung Kemarau [22/10/2014]
Beberapa wilayah Indonesia terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara dan Sulawesi bagian selatan akhir-akhir ini telah lebih dari dua bulan berturut-turut tidak mendapat hujan. Kondisi kering mulai dirasakan sejak pertengahan bulan September lalu. Daerah-daerah tersebut memang relatif lebih kering dari daerah di sekitarnya. Kondisi curah hujan rendah terus berlangsung sampai dengan sepuluh hari pertama Oktober 2014.


Mewaspadai Musim Kemarau Di Luwu Raya [19/8/2014]
Puncak musim hujan di Luwu Raya yang terjadi antara bulan April sampai bulan Juli telah berakhir. Dimana curah hujan rata rata 400-500 mm/bulan dengan jumlah hari hujan 90 %. telah mendatangkan banyak keuntungan diberbagai sektor pertanian, perkebunan maupun perikanan. Disektor lain ada beberapa kerugian yang mungkin timbul misalnya banjir bandang, tanah longsor dan akibat lainnya.


BMKG Online Group Discussion Ke 2 [17/7/2014]
Kesuksesan penyelenggaraan Online Group Discussion (OGD) yang pertama Jumat, 16 Mei 2014 yang lalu, mendorong Pusat Pendidikan menyelenggarakan Online Group Discussion ke-2 (OGD#2). Sedikit berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang mengambil tema di bidang meteorologi - klimatologi, maka OGD#2 memilih tema tentang seismologi, untuk mengakomodir permintaan dari rekan-rekan geofisika kepada Pusdiklat BMKG, yang disampaikan dalam berbagai kesempatan.


Suhu Jakarta Turun Ekstrim hingga 9 derajat Celcius dalam sehari [16/7/2014]
Pada tanggal 13 Juli 2014 Jakarta mengalami penurunan suhu drastis hingga mencapai suhu 23,6°C dari sekitar 31,2°C. Fenomena ini langka terjadi, terutama di wilayah DKI Jakarta. Oleh karenanya, Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG kemudian melakukan analisa pada 6 stasiun di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah (Cengkareng, Kemayoran, Tj. Priok, Curug, Cilacap, Citeko dan Dramaga) dan memperoleh hasil seperti pada Grafik 1.


Dukungan Informasi Cuaca untuk Pariwisata [14/7/2014]
Geliat perekonomian nasional terus didorong oleh pemerintah di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pariwisata. Berdasarkan data yang dihimpun BPS dan Pusdatin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, disebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama 5 bulan pertama tahun 2014 (Januari-Mei) mencapai 3,7 juta orang atau tumbuh sebesar 9,96% dibanding periode yang sama pada tahun 2013 (Kompas 2 Juli 2014). Pertumbuhan tersebut dapat ditingkatkan lagi dengan mempromosikan daerah-daerah tujuan wisata baru yang selama ini belum dikenal atau sudah dikenal, tapi kemudahan akses transportasi ke daerah tersebut belum memadai. Akses transportasi ke daerah tujuan wisata baru tersebut dapat ditingkatkan lagi dengan membuka rute penerbangan baru dan meningkatan frekuensi penerbangannya. Saat ini sudah banyak dibuka penerbangan ke kota-kota kecil tujuan wisata, namun belum dilayani penerbangan regular, seperti ke Banyuwangi, Labuhan Bajo, Raja Ampat, Wakatobi (Sultra), Silangit (Sumut), dan Kalimarau-Berau (Kaltim).


Peran Pendidikan dan Pelatihan Dalam Membentuk Agen Perubahan Di BMKG [8/7/2014]
Perubahan adalah suatu proses yang sistimatis dengan menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan suatu organisasi dari kondisi saat ini (lama) menjadi kondisi yang diinginkan (baru) menuju kearah kinerja yang lebih baik. Perubahan bukanlah satu proses yang sederhana, melainkan sangat komplek karena menyangkut struktur, proses, orang, pola pikir dan budaya kerja. Perubahan dalam reformasi birokrasi mengharuskan adanya transparansi, komunikasi dan keterlibatan semua pihak dalam proses perubahan reformasi birokrasi. Perubahan tidak harus selalu berarti mengganti sama sekali kondisi lama, akan tetapi juga dapat berbentuk terobosan baru, peningkatan pola lama, memberikan nilai tambah yang lebih ekonomis, efisien atau melakukan modifikasi dengan hasil yang lebih menguntungkan. Salah satu contoh yang representatif adalah adanya perubahan di Website BMKG, yaitu perubahan dari versi lama yang terkesan statis, monoton, kurang variatif dengan materi terbatas, menjadi tampilan seperti yang saat ini , yang terlihat lebih dinamis, variatif dan terus diperbaharui.


Menyikapi Tantangan Perubahan dalam Organisasi [7/7/2014]
Secara tidak sadar kita selalu menerima perubahan. Berjalannya waktu selalu memberi perubahan pada kita, antara lain: umur kita berubah, rambut berubah, keluarga berubah dan lingkungan kita juga berubah. Itu semua berjalan secara alamiah dan kita terima sebagai keniscayaan. Suasana kampanye pilpres tentu saja juga memberikan harapan akan ada perubahan di negara kita. Pada lingkup yang lebih kecil seperti BMKG, sepertinya juga sedang terjadi perubahan. Jajaran pimpinan BMKG yang lahir pada awal-sampai pertengahan tahun 50an akan habis (pensiun) pada akhir tahun 2014 dan digantikan oleh generasi berikutnya. Pergantian pimpinan BMKG di berbagai level kali ini menjadi tonggak perubahan penting karena hampir berbarengan dengan dimulainya pelaksanaan RPJMN 2015-2019 dan RENSTRA BMKG 2015-2019 serta terpilihnya presiden baru tahun ini. Kondisi tersebut ditengarai akan mempunyai konsekuensi adanya perubahan yang signifikan, sebagai bagian dari dinamika organisasi. Ditambah lagi dengan adanya perubahan sistem baik secara internal maupun eksternal yang akan memberi kontribusi besar terhadap perubahan tata kelola organisasi.


INFORMASI PEMODELAN TSUNAMI BMKG UNTUK NEGARA NEGARA SAMUDERA HINDIA [3/7/2014]
Akibat pengaruh tektonik aktif, Indonesia menjadi wilayah berpotensi tsunami di Samudera Hindia. Belajar dari kasus Tsunami Aceh, 26 Desember 2004 maka negara-negara sekitar samudera ini terus berbenah menghadapai bencana tsunami lokal dan far-field.


MENGELOLA ALAM DENGAN KEARIFAN LOKAL [2/7/2014]
Kita harus meninggalkan mata air buat anak cucu kita, jangan tinggalkan air mata. Demikian sepenggal kata bijak yang disampaikan seorang kepala kampung dalam satu acara televisi lokal Papua beberapa bulan yang lalu.


DIKLAT sebagai Motor Penggerak, Investasi dalam Meningkatkan Kinerja BMKG [26/6/2014]
Berdasarkan pp 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, disebutkan dalam Bab I, pasal 1 bahwa Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut DIKLAT adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil.



Prakiraan Cuaca
26 October 2014
Medan
Hujan Ringan
23 - 33°C
Padang
Hujan Ringan
22 - 30°C
Palembang
Berawan
24 - 35°C
Bengkulu
Hujan Ringan
23 - 32°C
Pontianak
Hujan Sedang
23 - 32°C
Palangkaraya
Hujan Ringan
23 - 33°C
Manado
Hujan Ringan
22 - 33°C
Makassar
Berawan
22 - 34°C
Ternate
Berawan
24 - 32°C
Ambon
Berawan
27 - 33°C
Jayapura
Cerah Berawan
23 - 32°C
Sorong
Berawan
24 - 32°C
Kupang
Cerah
22 - 35°C
Denpasar
Berawan
24 - 34°C
Jakarta
Hujan Ringan
24 - 34°C
Bandung
Hujan Ringan
22 - 30°C
Semarang
Hujan Ringan
25 - 35°C
Surabaya
Cerah Berawan
24 - 36°C
Selengkapnya
Gempabumi Terkini
24 Oktober 2014 - 09:23:45 WIB


Lokasi :
1.54 LU - 126.38 BT
Kedalaman : 10 Km

132 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT
tidak berpotensi TSUNAMI
Selengkapnya