Pemantauan aktivitas Gas Rumah Kaca (GRK) yang terdiri dari unsur CO2, CH4, N26 di Stasiun GAW Bukit Kototabang telah dimulai sejak tahun 2004. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari jaringan pemantauan sampling udara global (Global Air Sampling Monitoring Network), yang merupakan kolaborasi kerja sama antara pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan National Oceanic and Atmosphere Administration (NOAA) - Earth System Research Laboratory (ESRL) Amerika Serikat. Hingga saat ini telah terbentuk jaringan pengamatan GRK fixed site yang terdapat di 65 lokasi dan 2 di atas kapal komersil. Pengukuran konsentrasi GRK di Stasiun GAW Bukit Kototabang dilakukan dengan metode Airkit Flask Sampling yang dilakukan setiap 1 (satu) kali seminggu dengan menggunakan dua buah tabung yang masing-masing berukuran 2.5 Liter.
Hasil pemantauan dari tahun 2004 hingga 2012 menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 di Stasiun GAW Bukit Kototabang masih lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi rata-rata global (Gambar 1).
Gambar 1. Perbandingan Trend konsentrasi CO2 Global (garis biru), Mauna Loa (garis merah) dan Stasiun GAW Bukit Kototabang (garis hijau)
Namun sejak April 2011, pengukuran GRK di Stasiun GAW Bukit Kototabang dengan metode Airkit Flask Sampling untuk sementara waktu dihentikan. Sebagai gantinya untuk saat ini pengukuran GRK dilakukan dengan metode CRDS (Cavity Ring-Down Spectroscopy) yang menggunakan instrumen Picarro G3010 Analyzer. Berbeda dengan instrumen Airkit Flask Sampling ,instrumen ini hanya bisa mengukur 2 jenis konsentrasi GRK yakni CO2 dan CH4. Sehingga dengan demikian untuk pengukuran N2O dan SF6 untuk sementara tidak dilakukan lagi. Pengukuran dengan menggunakan metode CRDS ini dilakukan pada 3 level ketinggian yaitu 10 meter, 20 meter dan 32 meter. Hasil pengukuran konsentrasi CO2 dan CH4 hingga bulan Maret 2013 di Stasiun GAW Bukit Kototabang dapat dilihat pada Gambar 2 dan 3 di bawah ini.
Gambar 2. Trend Konsentrasi CO2 periode Januari 2004 - Maret 2013 di Stasiun GAW Bukit Kototabang
Pada bulan Maret 2013, konsentrasi CO2 di Stasiun GAW Bukit Kototabang tercatat sebesar 393,1 ppm. Hasil ini relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai konsentrasi CO2 pada bulan Pebruari 2013 yang sebesar 390,6 ppm (Lihat Gambar 2). Namun jika dibandingkan nilai rata-rata sejak pengukuran tahun 2004 sebesar 379,6 ppm, nilai konsentrasi CO2 hingga bulan Maret 2013 mengalami peningkatan sebesar 3,55 %.

Gambar 3. Trend Konsentrasi CH4 periode Januari 2004 - Maret 2013 di Stasiun GAW Bukit Kototabang
Konsentrasi CH4 pada bulan Maret 2013 sebesar 1882,3 ppb dimana nilai tersebut menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan nilai konsentrasi pada bulan Pebruari 2013 yang menunjukkan nilai 1860,1 ppb (Lihat Gambar 3). Nilai rata-rata konsentrasi CH4 sejak dilakukan pengamatan tahun 2004 hingga saat ini adalah sebesar 1817,0 ppb, sehingga dengan demikian nilai konsentrasi CH4 pada bulan Maret 2013 menunjukkan peningkatan sebesar 3.59%.
Berdasarkan laporan WMO GREENHOUSE GAS BULLETIN No. 8 Tanggal 19 November 2012 yang diterbitkan oleh World Meteorological Organization (WMO) melalui situs resmi di www.wmo.int/pages/prog/arep/gaw/ghg disebutkan bahwa hasil pemantauan GRK yang dilakukan melalui program GAW menunjukkan rata-rata global dari fraksi mol karbondioksida (CO 2), metana (CH 4), nitrous oksida (N 2O) telah menghasilkan trend kenaikan yang baru pada tahun 2011 (Lihat Tabel 1).
Tabel 1. Perbandingan GRK berdasarkan nilai rata-rata dengan nilai rata-rata di stasiun GAW Bukit Kototabang.

|