![]() |
|
||
|
|
|
Beranda » Klimatologi » InformasiKAH
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 34 (tiga puluh empat) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.
Pada bulan Mei 2011, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 27 (dua puluh tujuh) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 23 (dua puluh tiga) kota : ANGKASA PURA - JAYAPURA, BANDUNG - JAWA BARAT, BANJAR BARU - BANJARBARU, BAWIL - 1 - MEDAN, BRANTI - LAMPUNG, CITEKO - CISARUA, DARMAGA - BOGOR, JUANDA - SURABAYA, KARANG PLOSO - MALANG, KAYUWATU - MANADO, KEMAYORAN - JAKARTA, KOTOTABANG - PADANG, NGURAHRAI - BALI, PATIMURA - AMBON, PULAU BAAI - BENGKULU, SAMRATULANGI - MANADO, SELAPARANG - MATARAM, SEMARANG - JAWA TENGAH, SIANTAN - PONTIANAK, ST.THAHA - JAMBI, TANGERANG - BANTEN, TEMINDUNG - SAMARINDA, WINANGUN - MANADO berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 23 (dua puluh tiga) kota tersebut bersifat asam.
Tingkat keasaman air hujan di kota KENTEN - PALEMBANG, PANAKUKANG - MAROS, SAMPALI - MEDAN, SICINCIN - PADANG menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).
Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan pada bulan Mei 2011 dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
Pada bulan Juni 2011, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 18 (delapan belas) stasiun pengamatan hujan di Indonesia.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 13 (tiga belas) kota : ANGKASA PURA - JAYAPURA, BANJAR BARU - BANJARBARU, DARMAGA - BOGOR, KARANG PLOSO - MALANG, KAYUWATU - MANADO, KEMAYORAN - JAKARTA, PATIMURA - AMBON, SAMPALI - MEDAN, SAMRATULANGI - MANADO, SELAPARANG - MATARAM, SIANTAN - PONTIANAK, SICINCIN - PADANG, ST.THAHA - JAMBI berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 13 (tiga belas) kota tersebut bersifat asam.
Tingkat keasaman air hujan di kota BANDUNG - JAWA BARAT, BAWIL - 1 - MEDAN, JUANDA - SURABAYA, KENTEN - PALEMBANG, PANAKUKANG - MAROS menunjukkan nilai pH air hujan berada diatas Nilai Ambang Batas (pH = 5,6).
Secara lebih rinci, hasil analisis pH air hujan pada bulan Juni 2011 dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
Pemutakhiran berdasarkan data yang masuk sampai dengan tanggal 9 Agustus 2011.
Kontak kami :
Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jl. Angkasa I No.2 Kemayoran Jakarta 10720 Telp. +6221-4246321 ext: 8302 Email : pencemaran.udara[at]bmg.go.id
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika © 2010 - 2012 | Hak cipta dilindungi undang-undang Kantor Pusat : Jl. Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat - Indonesia , Telp. 021-4246321 |